0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kematian Itik di Banyudono Negatif Flu Burung

Kematian itik secara massal di Banyudono dipastikan bukan disebabkan serangan Flu Burung (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kematian itik secara massal di Banyudono, Boyolali baru-baru ini dipastikan bukan karena Flu Burung atau Virus Avian Influensa. Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakan) Pemkab Boyolali, menyatakan kematian itik akibat penyakit tetelo berdasarkan haisl uji laboratorium Veteriner Jogjakarta. Hasil tersebut sama dengan hasil Rapid Test yang dilakukan petugas Disnakan.

“Hasilnya negatif, kematian karena tetelo, jadi peternak tidak perlu khawatir lagi, tapi tetap harus waspada,” tandas Kepala Disnakan Boyolali, Dwi Priyatmoko, Selasa (8/1).

Sementara untuk mengantisipasi merebaknya Flu Burung, pihak Disnakan akan melakukan vaksinasi terhadap unggas, baik itik dan ayam. Vaksinasi akan dilakukan di lima kecamatan, Banyudono, Sawit, Teras, Mojosongo dan Ampel. Vaksin akan dilakukan pertengahan bulan ini. Pihaknya akan menyiapkan petugas khusus untuk melakukan vaksinasi unggas di lima kecamatan.

Sebelumnya, ratusan itik mati mendadak. Kematian mendadak itik ini diduga disebabkan terkena flu burung. Kondisi ini mengakibatkan harga itik menurun drastis, terutama anakan. Sejumlah peternak juga enggan untuk memelihara itik dalam jumlah besar karena khawatir akan mati.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge