0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perlu Dibangun Banyak Sumur Resapan

Cegah Banjir, Bengawan Solo Perlu Dikeruk

Banjir di Pasar Kliwon, Sabtu (5/1). (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Serapan air hujan di sejumlah daerah di Kota Solo masih minim. Minimnya air yang terserap ke tanah mengakibatkan kebanjiran di beberapa daerah. Pasalnya hampir semua air hujan langsung lari ke sungai dan menuju ke Bengawan Solo. Sementara kapasitas sungai, termasuk Bengawan Solo sendiri semakin kecil akibat terjadinya pendangkalan.

“Perlu dilakukan perbaikan lingkungan di semua daerah agar air hujan yang terserap tanah lebih banyak. Ini sebagai upaya pencegahan banjir,” kata Prof Dr Purwanto MS, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (8/1).

Menurut Purwanto, pembuatan sumur serapan menjadi salah satu cara untuk memperbanyak air terserap ke tanah. Untuk sumur resapan dikatakan Purwanto, sudah ada peraturan daerah (Perda), namun pemantauan dan infrastruktur pada kenyataannya masih nihil. Selain itu sistem pembangunan betonisasi juga harus dikurangi.

“Kalau jalan atau gang beton tidak diubah, di sekitarnya harus dibuat sumur resapan. Setiap 50 meter dibuat sumur resapan,” tambahnya.

Purwanto memperkirakan air hujan yang terserap ke tanah tidak sampai 20 persen. Karena baru terjadi hujan beberapa saat, Bengawan Solo sudah meluap dan menggenangi pemukiman warga. Paling tidak daya serap air hujan ke tanah harus mencapai 50 sampai 70 persen, sehingga resiko banjir bisa ditekan.

Mengingat hal tersebut, saat ini kampus UNS, mengupayakan serapan air bisa terjadi secara maksimal. Dengan membuat danau baru di sebelah timur kantor pusat. Pembuatan danau tersebut dikatakan Purwanto akan dapat mengoptimalkan kolam yang sudah ada serta menambah daerah resapan dan penghijauan. ”Kami ingin mencapai run-out nol persen air hujan yang terbuang ke sungai. Ini justru akan menjadi sumber cadangan di saat musim kemarau,” jelasnya.

Sistem panen air hujan yang dilakukan UNS ini termasuk program green campus, disamping program penghijauan yang sudah dilakukan.

Disamping itu untuk mengantisipasi banjir, perlu juga dilakukan pengerukan Bengawan Solo agar kapasitasnya meningkat. Hasil pengerukan bisa dikembalikan ke daerah hulu untuk mengembalikan kesuburan tanah yang terkikis erosi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge