0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Bengawan Solo Meluap

Sekolah di Daerah Rawan Banjir Diminta Siaga

Plt Sekda Pemkot Solo, Rahmat Sutomo (dok.timlo.net/niza novita)

Solo — Hujan lebat yang mengguyur Kota Solo belakangan ini ternyata tak mengakibatkan terhentinya kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah yang berlokasi di daerah rawan banjir.

Hasil pantauan Timlo.net, Selasa (8/1), di SD Muhammadiyah 18 dan SD Sawahan –dua sekolah yang tahun lalu menjadi langganan banjir, ternyata proses belajar-mengajar tidak terganggu. Bahkan, banjir luapan Bengawan Solo kali ini tidak  sampai menggenangi ruang kelas.

Menurut Muslimah, Kepala SD Muhammadiyah 18 Sangkrah, sejak pindah tahun 2006 lalu, sekolah ini menjadi langganan banjir. Karena berada di tempat yang lebih rendah maka bangunan sekolah tersebut ditinggikan dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2007 lalu. ”Minggu malam, air masuk di halaman sekolah dengan ketinggian air mencapai lebih 50 cm, namun tidak sampai masuk ke ruang kelas. Paginya kebetulan air sudah surut sehingga siswa tetap bisa masuk sekolah,” ujarnya.

Sementara Lana Widi Susilowati, Kepala SDN Sawahan, mengatakan, hujan di tahun ini tidak mengkhawatirkan.”Kondisi air sempat naik dan jalan masuk sekolah tergenang,”singkatnya.

Meski tidak mengkhawatirkan, pihaknya mengaku siap siaga jika sewaktu-waktu sekolah kebanjiran. Pasalnya pada tahun-tahun sebelumnya akses jalan masuk ke SD sawahan selalu terendam air, bahkan mencapai ruang perpustakaan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Rakhmat Sutomo menghimbau untuk sekolah yang berada di daerah rawan banjir agar selalu siaga dan waspada jika sewaktu-waktu air datang. “Berkas-berkas yang penting segera diamanka. Kalau banjirnya kiriman tidak akan lama. Kalau banjir yang datang dari Bengawan Solo. airnya akan lama menggenang,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge