0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diserang Wereng, Petani Klaten Rame-rame Semprot Massal

Semprot massal efektif mencegah serangan hama wereng (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Petani di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten menggelar penyemprotan massal di lahan pertanian seluas 30 hektare, Selasa (8/1). Penyemprotan dilakukan menyusul serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa wereng batang cokelat (WBC) di wilayah tersebut.

Dalam penyemprotan massal itu petani dibantu jajaran Muspika Kecamatan Manisrenggo. Petani berharap dengan aksi penyemprotan secara serentak itu dapat memutus mata rantai hama wereng.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Manisrenggo, Kartini, mengatakan penyemprotan dilakukan dilahan yang mendapat program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL PTT) plus dari Kementrian Pertanian (Kementan).

“Di Manisrenggo ada enam desa yang mendapat bantuan program SL PTT plus. Di antaranya, Desa Tijayan, Borangan, Sukorini, Kecemen, Barukan dan Taskombang. Masing-masing desa mendapat jatah 25 hektare dengan dana Rp 57,4 juta,” ujarnya.

Camat Manisrenggo, Wahyudi Martono, mengatakan hama wereng menyerang tanaman padi di lahan seluas sembilan hektare dari 1.103 hektare di wilayah Manisrenggo.

“Prosentase serangan baru berkisar 15 persen. Meski demikian tetap harus segera diantisipasi. Salah satunya dengan penyemprotan massal. Dengan demikian serangan hama wereng tidak meluas,” ujar Wahyudi.

Selain semprot massal, kata Wahyudi, antisipasi lain berupa melakukan sistem tanam serentak. Upaya itu tergolong efektif untuk memutus mata rantai hama wereng maupun pengganggu tanaman lainnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge