0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Warga Batuk, Pilek, Nyeri dan Saki Kulit

Pasca Banjir, PMI Solo Gelar Pengobatan Gratis

Petugas kesehatan dan relawan PMI Solo tengah melayani warga korban banjir yang datang berobat (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Banjir yang menggenang warga bantaran di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo sudah surut. Warga pun mulai meninggalkan tenda darurat dan kembali ke rumah masing-masing.

Hanya saja, efek banjir masih terasa bagi warga. Seperti halnya di Kampung Dadapan RT 04/ RW 13, Sangkrah. Mayoritas warga terkena penyakit batuk, pilek, gatal-gatal, pegal-pegal dan nyeri sendi. Kondisi tersebut membuat Ketua RT setempat berinisiatif mengadakan pengobatan gratis yang difasilitasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta.

Pengobatan gratis yang digelar, Selasa (8/1) di rumah Sukarjo, warga RT 04/RW 13 itu pun dipadati warga yang ingin berobat. Setelah mendaftar, warga pun dicek tensi darahnya oleh petugas. Setelah itu, warga diperiksa oleh dokter yang kemudian memberikan resep. Resep tersebut kemudian ditukar dengan obat tanpa dipungut biaya sama sekali.

Ketua RT 04 Sumarno mengatakan, pasca banjir kemarin banyak warga yang mengeluhkan sakit. “Banyak warga yang mengeluhkan sakit diare, demam, bantuk dan nyeri. Hal ini diduga karena kecapekan saat membersihkan rumah saat banjir surut. Oleh karenanya saya menghubungi PMI yang kemudian mengadakan pengobatan gratis,” terangnya.

Dikatakan, warga yang berobat mayoritas warga RT 04. “Namun ada pula warga RT lain. Yang berobat sekitar 60 an warga dari 160 jiwa di RT sini,” ujarnya.

Sementara, dr Bety Prasetyawati, dokter PMI yang bertugas memeriksa mengatakan, kebanyakan masyarakat terkena penyakit batuk, pilek, nyeri dan penyakit kulit. “Kalau batuk pilek itu karena banjir kemarin. Tapi kalau nyeri itu jika usia 40-50 tahun itu memang biasa,” ujarnya.

Salah seorang warga yang berobat, Ningsih, mengaku sakit pegal dan gatal di kaki. “Pegal Mas, soalnya kemarin bersihbersih rumah. Selain itu gatal di kaki,” ungkapnya.

Perempuan 50 tahun ini mengaku terbantu dengan pengobatan gratis karena tidak perlu ke Puskesmas. “Ya senang karena tidak repot ke Puskesmas, meskipun saya punya PKMS,” tukasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge