0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut Kebanjiran, Kandang Hewan TSTJ Ditinggikan

Luapan air di Taman Satwa Taru Jurug. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo – Tingginya curah hujan di Solo dan sekitarnya membuat warga bantaran sungai Bengawan Solo merasakan dampak banjir. Meski demikian, salah satu objek wisata di tepi sungai Bengawan Solo, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) belum mempersiapkan antisipasi banjir.

Direktur Utama (Dirut) TSTJ, Lilik Kristianto mengatakan, pihaknya tidak melakukan persiapan maupun antisipasi pada musim hujan ini. “Kita tidak melakukan antisipasi khusus dalam menghadapi musim hujan kali ini karena TSTJ jarang terkena dampak banjir Bengawan Solo, paling cuman bantaran sungai di dekat jembatan,” ujarnya saat ditemui Timlo.net, Senin (7/1).

Dirinya berpendapat, meskipun TSTJ berada di bantaran sungai Bengawan Solo, tapi memiliki medan yang cukup tinggi. Namun, dirinya mengakui ada beberapa kandang yang perlu dirapatkan dan ditinggikan untuk mengantisipasi banjir yang mungkin menerjang kawasan wisata tersebut.

“Memang ada beberapa kandang yang perlu dirapati dan dtinggikan termasuk kandang kudanil yang tepat berada di sebelah bantaran. Seringnya, air meluap justru dari hujan yang masuk dari kandang. Namun kita juga berjaga-jaga dengan meninggikan pagar satwa tersebut,” ungkapnya.

Lilik menambahkan, meskipun, Minggu (6/1), Tinggi Muka Air (TMA) di Jurug terpantau 9,04 meter, namun, TSTJ masih tetap aman dari jangkauan arus banjir. “Kalau tadi saya cek kondisi sudah normal yaitu sekitar 6,02 meter, kalau kemarin hingga 9 meter kami sempat was-was juga dan telah siaga. Tapi perhitungan kami  kondisi TSTJ sendiri ini cukup tinggi, kalau TSTJ banjir pasti Solo semakin parah,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge