0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Asyik Mancing di Kali Pepe, Andika Nemu Mayat

Mayat wanita ditemukan di Kali Pepe, Senin (7/1) sore. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Penemuan sesosok mayat perempuan di aliran Sungai Pepe, Senin (7/1) membuat gempar warga Margorejo, RT 5/ RW 4 Banyuanyar. Awalnya, mayat tersebut ditemukan mengambang oleh salah seorang warga sekitar saat yang sedang asyik memancing di aliran sungai tersebut.

Salah satu saksi mata, Andika Pratama (13) menuturkan, saat itu dirinya sedang memancing di pinggiran Kali Pepe. Namun dirinya kaget. Bukanya ikan yang didapat, tapi ia malah melihat sesosok mayat. Karena merasa ketakutan, dia memanggil tetangganya, yakni Sutrisno (30) untuk melihat dari dekat. Setelah didekati, ternyata yang mengambang itu benar sesosok mayat perempuan. Keduanya lalu melaporkan ke Linmas Kelurahan Banyuanyar untuk selanjutnya laporan diteruskan ke Polsek Banjarsari.

Tak lama kemudian, anggota Polsek Banjarsari beserta tim Inafis Polresta Solo langsung menuju ke lokasi. Aparat dibantu warga sekitar langsung mengevakuasi korban. Usai diangkat dari sungai, salah seorang warga yang tak lain mertua korban dan bertempat tinggal tak jauh dari lokasi penemuan mayat menduga itu adalah istri dari anaknya. Dari situ diketahui identitas korban bernama Bibit Sularni (47) warga Kampung Menggungan RT 6/ RW 3 Ngemplak, Boyolali.

Kepastian identitas korban terbukti setelah suaminya, Gimin (50) datang ke lokasi kejadian. Diketahui, kampung tempat tinggal korban berada di seberang Kali Pepe yang memisahkan wilayah Kota Solo dengan Kabupaten Boyolali.

Gimin tak kuasa menahan tangis saat melihat istrinya tewas mengenaskan. Dia mengatakan, terakhir kali bertemu dengan istrinya itu pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, istrinya meminta ijin untuk belanja. Sebelumnya saat subuh hari dia masih sempat bersama. Gimin tidak menduga saat itu adalah pertemuan terakhir kalinya.

“Dari pagi tadi saya nunggu di rumah. Katanya mau belanja dulu ke rumah tetangga kampung sebelah,” ungkap Gimin sembari menahan tangis.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarsari AKP Edi Hartono yang datang langsung ke lokasi menjelaskan, dari hasil visum yang dilakukan petugas tidak menunjukkan tanda penganiayaan.

“Dugaan sementara korban terpeleset ke sungai. Karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Motifnya ke pinggir kali juga belum jelas. Dari keterangan suaminya memang tidak ada masalah keluarga atau penyebab lainnya,” tandas AKP Edi Hartono mewakili Kapolsek Banjarsari Kompol Andhika Bayu Adhitama.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge