0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komisi II Desak OMAC Dikelola Swasta

Obyek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) Kecamatan Tulung, Klaten (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Komisi II DPRD Klaten mendesak pengelolaan Obyek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) Kecamatan Tulung dilakukan oleh pihak swasta. Wakil rakyat beralasan potensi pendapatan dari OMAC bisa lebih besar dibandingkan dari target yang ditentukan Pemkab Klaten tahun 2013 sebesar Rp 600 juta.

“Pendapatan PAD yang dihasilkan dari OMAC belum maksimal. Sebab selama ini pengelolaannya belum jelas. Apakah sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) atau unit pelaksana teknis dinas (UPTD),” ujar Ketua Komisi II DPRD Klaten, Andy Purnomo kepada wartawan, Senin (7/1).

Andy mengatakan, jika pengelolaan OMAC menganut sistem UPTD maka itu tidak akan efektif. Sebab yang bekerja di dalamnya pegawai negeri sipil (PNS). Sehingga saat ada even yang bisa menghasilkan pendapatan tinggi tidak dapat terlaksana.

“Untuk itu alangkah baiknya jika OMAC dikelola swasta, sehingga pihak swasta dapat leluasa melakukan inovasi. Sedangkan Pemkab bertindak sebagai pengontrolnya,” jelas Andy.

Menurut Andy, ketergantungan OMAC pada keuangan daerah masih tinggi. Hal ini dibuktikan dengan masih dianggarkannya biaya operasional pada APBD 2013 sebesar Rp 200 juta.

“Kalau masih menggantungkan pada keuangan daerah tentu akan menimbulkan permasalahan baru,” kata Andy.

Menanggapil hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Sugeng Haryanto, mengaku tidak mempermasalahkan pengelolaan OMAC dilakukan pemerintah ataupun swasta.

“Mau dikelola pemerintah maupun swasta tidak masalah. Namun jika pimpinan menginginkan dikelola swasta kami akan mendukungnya,” ujar Sugeng.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge