0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bau Apek, Bantuan Beras Bulog Akan Dikembalikan

Walikota menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Pasar Kliwon, Minggu (6/1) sore. (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo – Dinilai kualitasnya tidak bagus, Pemkot akan mengembalikan beras bantuan Badan Urusan Logistik (Bulog). Sedianya, beras yang dikirim oleh Bulog kepada korban bencana banjir di sejumlah titik di kota Solo pada Minggu (6/1) kemarin.

Bulog memberikan beras kepada Pemkot untuk korban banjir sebanyak 5 ton. Beras diwadahi dalam kemasan karung masing-masing 15 kg tiap kemasan. “Lha tapi gimana, belum kami bagikan. Karena kondisi berasnya agak memprihatinkan,” kata Rudy, sapaan Walikota, Senin (7/1).

Melihat kondisi beras yang sedemikian buruknya, Rudy mencoba memerintahkan untuk mencoba mencampur dengan beras pasaran. “Saya coba mencampur setengah gelas beras dari bulog dengan setengah gelas beras dari yang saya beli (beras pasaran-red). Rasanya tetap tidak enak,” tambahnya.

Akhirnya ia memutuskan untuk membatalkan pengiriman beras Bulog sebagai bantuan logistik kepada korban banjir. Ia memilih membelikan sendiri beras yang layak kepada penduduk, dengan mengambil dana tak terduga pada APBD 2013. Ia tidak ingin warga mendapat bantuan beras dengan kualitas yang buruk.

Sampai saat ini, beras bantuan tersebut masih tersimpan. Rencananya, beras tersebut akan dikembalikan lagi pada Bulog. “Akan dikembalikan, minta yang baru. Eman-eman to, layaknya paling tepat buat karak (makanan krupuk dari beras-red),” katanya sambil tertawa. Selain berkualitas buruk, beras bantuan Bulog tersebut juga berbau apek.

Terpisah, Kepala Bulog Subdivre III Solo, Edhy Rizwan mengaku akan melakukan klarifikasi terkait pengiriman bantuan beras darinya. Ia akan menyelidiki informasi yang diterimanya tersebut. “Saya akan minta informasi dari penanggung jawab gudang Bulog. Saat ini saya sedang tidak ada di Solo,” katanya via telepon.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge