0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Low Season, Hotel Tak Perlu Perang Tarif

Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), salah satu hotel di Kota Solo (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Industri perhotelan di Kota Solo diharapkan tidak melakukan perang tarif guna menyikapi low season yang terjadi selama Januari hingga Februari 2013 ini. Kalangan pelaku perhotelanpun diminta tetap menjaga etika bisnis guna menjaga persaingan tetap sehat.

Sebagaimana disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo terpilih, Abdullah Soewarno, dalam rangka menyikapi low season hendaknya tidak ada aksi banting harga yang memicu terjadinya perang tarif antarhotel. Sebab dikhawatirkan akan merusak pasar yang telah terbentuk.

“Kami harapkan jangan sampai terjadi perang harga. Jangan sampai hotel bintang dua dan bintang tiga masuk pada segmen melati. PHRI mengimbau bahwa semua hotel harus memegang etika bisnis,” tegas dia, saat ditemui wartawan, di sela-sela acara pra Rapimkota I Kadin Solo di Pasar Ikan Balekambang, Senin (7/1).

Idealnya, dalam menyikapi low season dengan okupansi alias tingkat hunian kamar sekira 50 persen, kalangan perhotelan harus lebih menggencarkan upaya pemasaran. Di sisi lain ada sinergi antara PHRI Solo, Badan Promosi Pariwisata Surakarta (BPPIS) dan komponen pelaku wisata lainnya untuk memasarkan Kota Solo melalui berbagai event budaya.

Di lain pihak, General Manager Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Purwanto Yudhonagoro, dalam kesempatan yang sama mengatakan masa low season cenderung dimanfaatkan manajemen hotel untuk melakukan berbagai pembenahan. Di antaranya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan dan renovasi kamar.

“Strategi low season ini kami mengejar volume. Semua sudah dihitung untung-ruginya,” tambahnya. KSPH sendiri saat ini menawarkan tarif promo untuk layanan kamar sebesar Rp 420 ribu selama Januari.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge