0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Angin Ribut, BPBD Klaten Inventarisir Kerugian

Tim SAR Klaten melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang akibat disapu angin ribut (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten —  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten masih melakukan inventarisir kerugian yang diakibatkan dari bencana angin ribut yang melanda di wilayah ini, Minggu (6/1).

“Kami masih menunggu laporan dari masing-masing kecamatan. Termasuk mengenai total kerugiannya,” ujar Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto kepada wartawan, Senin (7/1).

Sri Winoto menjelaskan, bencana angin ribut yang terjadi Minggu (6/1) sore telah menumbangkan puluhan pohon hingga merusak beberapa rumah warga di Kecamatan Manisrenggo dan Wedi.

“Dari peristiwa itu, dilaporkan tiga warga Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi dirawat di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, Klaten lantaran mengalami luka-luka akibat rumahnya runtuh tertimbun pohon,” ujarnya.

Mengenai ganti rugi rumah roboh, Sri Winoto mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dari Bupati Klaten. Saat ini BPBD masih konsentrasi dalam proses inventrarisir kerugian.

Sebelumnya dikabarkan, hujan deras yang disertai angin ribut menyapu sebagian wilayah Klaten, Minggu (6/1) sore. Sebanyak 12 rumah dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Mereka tersebar di Kecamatan Manisrenggo dan Wedi.

Di Kecamatan Manisrenggo, angin ribut menumbangkan puluhan pohon hingga menimpa delapan rumah di Desa Sukorini. Dalam kejadian di wilayah ini tidak ada korban jiwa. Rata-rata kerusakan rumah mulai dari sedang dan berat.

Sedangkan di Kecamatan Wedi, angin ribut menyapu pohon hingga tumbang menimpa empat rumah milik warga Desa Kalitengah. Dalam peristiwa itu tiga orang dalam satu keluarga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan rumahnya yang tertimbun pohon besar.

Ketiga korban luka-luka adalah Mariyem (50) dan suaminya Suparno (50) serta cucunya Firdaus (5). Mariyem dan Firdaus mengalami luka sobek di bagian kepala. Sedangkan Suparno sobek pada kedua kakinya. Ketiganya dirawat di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, Klaten.

Selain korban luka-luka, ada satu lagi korban tambahan yang mengalami shock akibat peristiwa tersebut. Sumiyati (60) warga Dukuh Patran, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi mengalami shock dan dibawa ke Rumah Sakit Cakra Husada Klaten untuk menjalani perawatan psikis.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge