0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pil Tomat Efektif Atasi Serangan Jantung

Tomat, si merah kaya manfaat. (Dok:Timlo.net/Google Images)

Timlo.net — Kebanyakan orang akan menolak ide untuk memakan 2 kilogram tomat per hari hanya untuk merasakan manfaat buah merah ini dalam mengatasi penyakit jantung.

Tapi bila manfaatnya si merah bisa mereka rasakan hanya dengan mengkonsumsi sebuah pil per hari, maka sikap mereka akan berbeda.

Para peneliti percaya bahwa mereka akhirnya mampu mengolah manfaat tomat dan menyajikannya dalam bentuk sebuah suplemen yang bisa mencegah stroke dan penyakit jantung. Suplemen yang disebut Ateronon ini tercipta setelah beberapa percobaan klinis.

Pil ini mengandung sebuah zat kimia disebut lycopene yang membuat tomat berwarna merah dan dikenal sebagai zat yang memecah penimbunan lemak di pembuluh arteri.

Sebuah penelitian di Universitas Cambridge, Inggris menemukan bahwa mengkonsumsi pil suplemen ini bisa meningkatkan aliran darah dan memperbaiki garis di pembuluh darah para pasien dengan masalah jantung. Suplemen ini juga meningkatkan fleksibilitas arteri pasien hingga 50 persen.

Para peneliti yakin bahwa pil ini bisa membatasi kerusakan yang disebabkan oleh penyakit jantung-yang bertanggung jawab terhadap 180 ribu kematian per tahun-dan membantu menurunkan 49 ribu kematian per tahun akibat penyakit stroke.

Mereka juga berharap bahwa pil tomat ini bisa berguna untuk penderita arthritis, diabetes dan bahkan memperlambat perkembangan kanker.

Setiap pil mengandung manfaat yang setara dengan 2 kilogram tomat matang.

Hasil dari dua bulan uji coba di mana pil ini diberikan kepada 36 pasien  penderita penyakit jantung dan 36 relawan yang sehat dengan usia rata-rata 67 tahun, disajikan dalam sebuah pertemuan di American Heart Association (AHA).

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pil tomat memperbaiki fungsi endothelium– sebuah lapisan sel yang berjajar di pembuluh darah. Pil ini juga meningkatkan sensitivitas sel tersebut terhadap nitrat oksida, gas yang memicu pelebaran arteri yang diperoleh saat orang berolahraga.

Ian Wilkinson dari unit uji coba Universitas Cambridge mengatakan, “Hasil ini mungkin sangat penting, tapi kita perlu lebih uji coba untuk melihat jika hal ini berarti pengurangan serangan jantung dan stroke.”

Peter Kirkpatrick, kepala bedah syaraf dan penasehat medis CamNutra yang mengembangkan Ateronon berkata dilansir oleh Daily Mail menambahkan, “Masih terlalu awal untuk mendapatkan kesimpulan yang pasti, tapi hasil dari uji coba jauh lebih baik dari apa yang kami harapkan sebelumnya.”



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge