0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diguyur Hujan, Bukit Seluas 2 Hektar Retak

Lagi, Rumah Warga Tertimbun Tanah Longsor

Salah satu titik longsor di Bukit Glonggong, Giriwoyo. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Areal seluas sekitar 2 hektar di perbukitan Bero. Kecamatan Manyaran, Wonogiri mengalami keretakan. Panjang keretakan mencapai 200 meter dengan lebar 1 meter.

Retaknya bukit dilaporkan warga terjadi Senin (7/1) pukul 07.00 WIB. Areal yang retak secara administratif termasuk wilayah Dusun Kopen RT 1/RW 12 Desa Bero. Tepat di depan sisi retak bukit Bero itu terdapat pemukiman warga.

“Warga yang menghuni ada 14 KK, Mas, sekitar 36 jiwa. Awalnya ada hujan deras semalam suntuk sampai pagi. Lalu kami mengecek ke bukit Bero, ternyata sudah retak lebar semeter,” ujar salah satu warga Bero, Budi Prayitno. Dikatakan, keretakan selebar 0,5 meter pernah pula terjadi pada 23 Februari tahun kemarin (2012).

Terpisah, Camat Sidoharjo, Supardi menuturkan, sekitar jam 8.30 WIB hari ini, di Dusun Kedunggupit RT 1 RW 3 Desa Kedunggupit telah terjadi hujan deras dan mengakibatkan tebing pemakaman desa longsor. Longsoran menimbun rumah bagian belakang Sutimah (62). Kerugian material ditaksir Rp 15 juta rupiah.

Di perbukitan Glonggong, Giriwoyo, tepat di pinggir Jalan Raya Wonogiri-Pacitan kilometer 65 hingga 65,5 juga mengalami longsor. Meski begitu, tidak sampai menutup ruas jalan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge