0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sasaran Guru Wiyata Bhakti

Penipuan CPNS Klaten Diduga Sindikat

Ilustrasi (Dok.Timlo.net/)

Klaten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menduga penipuan oleh oknum yang mengaku bisa membantu dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayah ini merupakan jaringan sindikat. Pelaku menyasar sekolah untuk mencari daftar guru wiyata bhakti (WB).

“Kami sudah banyak menerima laporan dari kepala sekolah jika akhir-akhir ini sering dimintai daftar nama guru WB oleh oknum yang mengaku dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” ujar Kepala Bidang Umum BKD Klaten, Djoko Purwanto saat dihubungi wartawan, Minggu (6/1).

Djoko menjelaskan, pelaku meminta daftar guru WB beserta nomor handphone di sekolah-sekolah dengan dalih pengangkatan CPNS. Sekolah yang menjadi sasaran mulai dari SD, SMP hingga SMA.

“Dari daftar itu pelaku menghubungi korban dengan mengiming-imingi untuk diangkat CPNS. Namun ujung-ujungnya meminta transfer sejumlah uang,” ujar Djoko.

Menurut Djoko, luasnya daerah operasi pelaku tersebut semakin menguatkan bahwa mereka merupakan jaringan sindikat. “Kami menduga pelaku tidak bergerak sendiri, mereka memiliki peran masing-masing. Ada yang mengaku menjadi kepala BKD, ada juga yang menjadi staf,” tambahnya.

Untuk itu, kata Djoko, pihaknya meminta kepada semua pihak untuk tidak mudah percaya dengan modus penipuan seperti itu. Sebab, selama ini BKD tidak pernah melakukan praktek serupa dalam pengangkatan CPNS.

“Kami mengimbau kepada kepala sekolah maupun guru WB untuk tidak percaya jika ada penelepon gelap yang mengaku bisa membantu dalam pengangkatan CPNS,” imbuh Djoko.

Sebelumnya dikabarkan, Puji Handayani (35), warga Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara menjadi korban penipuan dengan modus pengangkatan CPNS oleh seseorang yang mengaku Kepala BKD Klaten, Cahyo Setyanto.

Guru WB di SDN 2 Gatak Kecamatan Ngawen ini diminta menyetorkan uang Rp 7 juta sebagai biaya percepatan penandatanganan surat keputusan (SK) PNS. Sadar menjadi korban penipuan, Puji akhirnya melaporkan kasus tersebut ke BKD Klaten pada Jumat (4/1) lalu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge