0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KM 7 Kawinkan Budaya Jawa dan Jepang

Salah satu kegiatan KM7 di SMP Muhammadiyah 7 Solo (dok.timlo.net/sri ningsih)

Solo — Di tengah arus pengetahuan yang semakin deras, kebutuhan akan sumber informasi merupakan hal yang penting. Terlebih di usia remaja,yang masih memiliki semangat untuk terus belajar. Apapun yang menjadi ketertarikan tak segan-segan untuk menggali informasi lebih dalam bahkan ada juga yang bergabung dengan komunitas tertentu untuk lebih mendalami pengetahuan yang diminati.

Seperti halnya yang dilakukan siswa SMP Muhammadiyah 7 Solo, ragam budaya di negeri ini, membawa ketertarikan mereka untuk mempelajari kebudayaan Jepang. Agar kebudayaan Jepang itu bisa dipelajari oleh siswa yang lain akhirnya terbentuklah Komunitas Budaya Jepang dan Jawa SMP Muhammadiyah 7 Solo atau yang disebut dengan KM 7.

Pembina KM 7, Rudy Sulistanto menjelaskan, komunittas ini merupakan gabungan budaya Jepang dan Jawa. Kolaborasi dua budaya yang berbeda ini menurutnya bisa menampilkan kreativitas yang bersumber dari budaya secara apik.

“Dari kolaborasi tersebut, KM 7 telah memilih tari asal Jepang Yosakoi kemudian dimainkan dengan iringan musik tradisional Jawa,” jelas Rudy.

Ditambahkan, selain mengawinkan kedua budaya dalam bentuk seni pertunjukan, KM 7 sekarang telah memperluas pengetahuan mereka dengan belajar bahasa Jepang. Hal ini justru sebagai salah satu cara agar komunitas ini banyak diminati oleh para remaja.

Diakui, dengan berdirinya KM 7 ini pihak sekolah secara nyata telah memberikan dukungannya. Seperti halnya mengundang mahasiswa asal Jepang untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta yang tergabung dalam komunitas tersebut. “Akhir tahun kemarin beberapa perwakilan pemerintah Jepang juga berkunjung ke sekolah kami . Dalam kunjungan tersebut untuk menjalin kerjasam antara Jepang dan Indonesia. Sehingga outputnya nanti dimungkinkan ada perukaran pelajar,”paparnya.

Rencana ke depan, komunitas ini akan mencoba mengawinkan antara kaligrafi Arab dan kaligrafi Jepang, sehingga akan menghasilkan perpaduan seni tulis dua budaya yang belum pernah diciptakan oleh siswa lain.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge