0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalan Raya Sritex Terendam

Stop Banjir, Warga Minta Sungai Langur Dinormalisasi

Kawasan Joho, Sukoharjo dekat Sritex masih kebanjiran setelah hujan seharian, Sabtu (5/1). (Foto diambil, Minggu (6/1)) (Dok.Timlo.net/ Sahid B Susanto)

Sukoharjo — Warga Kampung Pangin, Desa Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota, meminta Pemkab Sukoharjo melakukan normalisasi aliran sungai langsur dan gorong-gorong, untuk menghentikan banjir langganan yang melanda kawasan itu.

Salah satu warga Pangin, Hariyanto, Minggu (7/1), mengatakan, banjir menjadi langganan di wilayah Sritex karena sistem drainase yang buruk. Selain itu, tanggul sungai langsur yang terletak di selatan pabrik utama PT Sritex jebol. Hal itu, yang membuat air dari sungai langsur meluap. Terlebih gorong-gorong di Jalan Raya Sritex yang tidak dapat menampung volume air besar membuat kawasan Sritex terendam.

“Kami minta Pemkab Sukoharjo mengatasi banjir di wilayah kami. Banjir langganan bisa di atasi, karena ada penyebabnya. Banjir ini karena luapan dari aliran sungai langsur di selatan pabrik utama PT Sritex. Tanggul sungai itu jebol, ditambah gorong-gorong yang kecil sehingga tidak dapat menampung volume air yang besar,” ujar Hariyanto.

Hariyanto menambahkan, pihaknya telah melaporkan jebolnya tanggul di aliran sungai langsur tersebut kepada DPU dan DPRD. Namun menurut DPU, normalisasi aliran sungai langsur menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Kami sudah melapor ke DPU bahkan ke DPRD kita sudah pernah sampaikan. Tapi katanya normalisasi sungai itu merupakan tanggung jawab BBWSBS. Sementara terkait normalisasi gorong-gorong di jalan raya Sritex, katanya merupakan tanggung jawab Bina Marga Provinsi karena masuk jalan Provinsi. Terus kami harus mengadu ke siapa, apakah langganan banjir tetap jadi langganan tanpa diatasi, padahal itu bisa diatasi,” tegas Hariyanto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge