0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Akhir Januari, Pelanggar Jensud Bakal Ditilang

kawasan Jalan Jenderan Sudirman Solo (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – Pemkot Solo bakal memberikan sanksi tegas terhadap pelanggar di koridor Jl Jenderal Sudirman (Jensud). Tindakan tegas berupa Tilang (bukti pelanggaran) itu bakal diberlakukan akhir Januari ini seiring dilepasnya rantai di kawasan Jensud.

“Nanti rantai itu (pembatas Jalan Jendral Sudirman) bakal dilepas. Ini dipasang dulu sampai 30 hari. Maksudnya dengan jangka waktu itu kan masyarakat sudah terbiasa dan tahu aturannya. Nah kalau 30 hari sosialisasi itu masih ada yang melanggar, sudah bisa ditindak,” kata Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, Minggu (6/1).

Seiring pelepasan rantai nanti, sambung Rudy, akan dibarengi dengan pemasangan rambu-rambu lalu lintas tambahan yang menjelaskan tentang arus lalu lintas di kawasan Jensud. “Nanti juga akan dipasang rambu-rambu tambahan seperti yang diiinginkan masyarakat. Jadi bisa tahu, kalau dari arah Gladag tidak bisa ambil kanan ke arah Jalan Mayor Kusmanto. Sedangkan yang dari arah Pasar Gede tidak bisa ke kanan juga ke Jalan Ronggowarsito,” bebernya.

Saat ini, Pemkot memasang rantai dari Bundaran Gladak sampai Tugu Pemandengan, depan Balaikota. Rantai tersebut dipasang agar masyarakat tidak lagi menerobos sebagai akibat perubahan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Sudrajat mengatakan, penataan yang dilakukan di koridor jensud sudah diatur sedemikian rupa. Agar nantinya arus lalu lintas di kawasan tersebut tidak menimbulkan kemacetan yang parah. “Kalaupun macet, itu bukan sarana dan prasarananya. Tapi karena orangnya, kendaraannya. Nah, Jensud ini konsepnya dibuat agar kendaraan tidak terhenti, dan terus berputar,” ungkapnya.

Seperti diketahui, saat ini arus lalu lintas di seputar koridor Jensud memang mengalami perubahan. Untuk jalan Jendral Sudirman misalnya, perempatan Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya dapat digunakan dari kedua arah, kini tidak lagi.

Dengan rekayasa lalu lintas di koridor tersebut, pengguna jalan yang datang dari arah pasar Gede yang ingin masuk Jalan Ronggowarsito tidak bisa langsung memotong jalan melalui persimpangan BI. Namun mereka harus melalui bundaran Gladag dulu, baru belok ke kiri ke Jalan Ronggowarsito. Begitu juga yang dari arah Gladag mau menuju jalan Mayor Kusmanto, tidak bisa langsung memotong melalui persimpangan BI. Melainkan harus memutari bundaran di depan Balaikota.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge