0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Ekstrem

Klaten Disapu Angin Ribut, 12 Rumah Roboh, 3 Orang Luka

Tim SAR Klaten mengevakuasi pohon tumbang akibat disapu angin ribut (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Hujan deras yang disertai angin ribut memporakporandakan sebagian wilayah Kabupaten Klaten, Minggu (6/1) sore. Sebanyak 12 rumah roboh dan tiga orang terluka akibat peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, hujan deras mengguyur wilayah Klaten pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Namun dalam beberapa menit berlangsung, angin ribut tiba-tiba menyapu di lima kecamatan, yakni Kecamatan Trucuk, Wedi, Manisrenggo, Gantiwarno, dan Kemalang.

Dari lima kecamatan tersebut, kondisi terparah berada di Kecamatan Manisrenggo dan Kecamatan Wedi. Total ada sebanyak 12 rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang di kedua wilayah itu. Aliran listrik juga sempat terputus.

Di Kecamatan Manisrenggo, angin ribut menumbangkan puluhan pohon hingga menimpa delapan rumah di Desa Sukorini. Dalam kejadian di wilayah ini tidak ada korban jiwa. Rata-rata kerusakan rumah mulai dari sedang dan berat.

Sementara di Kecamatan Wedi, angin ribut menyapu beberapa pohon hingga tumbang menimpa empat rumah milik warga Desa Kalitengah. Dalam peristiwa itu tiga orang dalam satu keluarga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.

Korban luka warga Desa Kalitengah, Wedi itu diantaranya, Mariyem (50) dan suaminya Suparno (50) serta cucunya Firdaus (5). Ketiganya langsung dirawat di RSUP dr Soerajdi Tirtonegoro, Klaten.

Mariyem dan Firdaus mengalami luka sobek di bagian kepala. Sedangkan Suparno sobek pada kedua kakinya. “Luka yang diderita ketiganya cukup serius, makanya langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Ngadino (34) tetangga korban.

Sementara itu, guna membuka akses jalan, Tim SAR Klaten bersama warga langsung bergotong-royong membersihkan puing dan batang pohon yang tumbang akibat angin ribut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data mengenai kerugian dan kerusakan rumah. “Kami baru mengumpulkan datanya,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge