0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bengawan Solo Longsor, 50 Rumah di Juwiring Terancam Roboh, 7 Nyaris Hanyut

Bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Juwiring, Klaten longsor (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Sebanyak 50 rumah warga Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten terancam roboh menyusul longsornya bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah tersebut, Minggu (6/1).

Informasi yang dihimpun, hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (5/1) hingga Minggu (6/1), menyebabkan longsornya bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Serenan, Juwiring, Klaten hingga sepanjang 100 meter.

Bahkan, gerusan hingga selebar tiga meter nyaris menghanyutkan beberapa rumah warga. Ada sekitar tujuh rumah yang nyaris hanyut. Sementara ancaman longsor mengintai 50 rumah warga lainnya di Desa Serenan.

Kepala Desa Serenan, Akip, mengatakan total ada sebanyak 50 rumah warga yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Mereka tersebar di tiga dukuh, yakni Dukuh Badran RT 04/RW 02 dan RT 05/RW 02, warga Dukuh Nambangan RT 06/RW 03, serta warga Dukuh Sortanan RT 09/RW 08 dan RT 10/RW 08.

“Ancaman longsor sebenarnya sudah sejak tahun 2009 silam. Namun kini longsoran bertambah semenjak banjir akibat hujan deras pada Sabtu (5/1) hingga Minggu (6/1). Jika tidak segera ditangani bisa mengancam 50 rumah warga di bantaran,” ujar Akip, Minggu (6/1).

Akip mengatakan, pihaknya mendesak kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk segera melakukan perbaikan bantaran sungai yang longsor. Mengingat warga semakin was-was setiap musim penghujan tiba.

“Kami telah beberapa kali mengirimkan surat ke BBWS Bengawan Solo pada 2009 dan 2010 lalu untuk segera menyikapinya. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge