0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jadi Langganan Banjir, DPRD Serukan Normalisasi Sungai Tekaran

Warga menyaksikan luapan air Sungai Tekaran yang sempat menggenangi rumah di Dusun Nanggan dan Gempeng, Gemantar Selogiri Wonogiri, Minggu (6/1). (Dok.Timlo.net/ Istimewa)

Wonogiri — Banjir yang melanda wilayah Desa Gemantar, Selogiri, Wonogiri disebut-sebut sudah sering terjadi. Malah, daerah itu setiap tahun menjadi langganan banjir. Normalisasi Sungai Tekaran diusulkan sebagai solusi jitu mengatasinya.

“Banjir itu terjadi akibat air sungai Tekaran yang melintas di Dusun Nanggan dan Gempeng meluap. Setelah saya teliti dan juga masukan dari masyarakat, ternyata diakibatkan alur sungai yang mengalami penyempitan danpendangkalan,” ungkap Bambang Sadriyanto, anggota DPRD Wonogiri asal daerah konstituen Selogiri dan sekitarnya, Minggu (6/1).

Karena kondisi itu, dia minta pemkab Wonogiri mencari solusi permanen. Hal itu diperlukan agar banjir tidak lagi naik ke perkampungan. Satu-satunya solusi itu menurut Bambang adalah dengan menormalisasi sungai Tekaran sebelum mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Normalisasi dilakukan lantaran alur mulai menyempit saat masuk wilayah Gemantar. Dan terdapat penadangkalan akibat sedimentasi di bagian hulu. Itu masih ditambah dengan aktivitas pertanian yang membuat anak sungai makin dangkal dan sempit. Aktivitas pertanian yang biasa terjadi adalah membendung sungai ketika musim kemarau.

“Kalau tidak ada normalisasi, saya yakin setiap tahun banjir akan selalu terjadi,” tambahnya.

Secara terpisah Camat Selogiri, Bambang Haryanto berujar, meski rumah warga tak lagi terendam, banjir mengakibatkan dampak yang lain. Seratusan hektar lahan pertanian di Desa Gemantar dan Jaten terancam rusak akibat busuk dan patah batang saat diterjang dan tergenang air. Sejumlah 56 ribu benih ikan lele, nila, dan gurami milik beberapa warga juga dilaporkan hanyut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge