0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir di Ngringo Sempat Mencapai 2 Meter

Banjir di Ngringo, Minggu (6/1). (Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian)

Karanganyar — Hujan deras yang turun sepanjang malam Sabtu hingga Minggu (5-6/1) menyebabkan beberapa wilayah mengalami banjir. Tak terkecuali di Dusun Daleman Mulyo RT 5 RW 6 Desa Ngringo dan Dusun Jomboran RT 1/7 Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar yang tersapu luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Dari Dusun Daleman Mulyo RT 5/RW 6 Desa Ngringo, 159 warga terpaksa mengungsi lantaran banjir merendam 37 rumah dan 1 masjid. Sedangkan dari Dusun Jomboran RT 1/ RW 7 Desa Ngringo sebanyak 45 jiwa dari 11 rumah yang terendam banjir juga mengungsi.

Menurut Pardi (50), warga Jomboran, air dari aliran Bengawan Solo  mulai naik  sejak, Sabtu (5/1) pukul 22.00 WIB dan menggenangi  kedua pemukiman tersebut hingga setinggi 75 sentimeter. Hingga, Minggu (6/1)  pukul 02.00 WIB, air semakin meninggi hingga setinggi sekitar 2 meter.

“Sampai saat ini warga masih mengungsi di rumah Sularto warga Jomboran yang posisinya lebih tinggi dan relatif aman,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan siang tadi, banjir di tiga dusun tersebut sudah mulai surut. Namun demikian warga masih bertahan di pengungsian, karena tersiar kabar bahwa pintu air waduk Gajah Mungkur akan di buka yang bisa mengakibatkan air kembali naik.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge