0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir di Pasar Kliwon Mulai Surut

Banjir di Pasar Kliwon, Sabtu (5/1). (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo¬†— Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo menggenangi sebagian wilayah Solo. Sejumlah warga di Sangkrah dan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo masih tergenang, terlebih yang di dekat bibir sungai. Namun ketinggian air berangsur mulai turun.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, di Sangkrah RT 02/ RW 10, Minggu (6/1) sekitar pukul 09.00 WIB, ketinggian air masih menggenangi rumah warga setinggi 30 cm. Sementara warga yang berada di dekat tanggul, sebagian rumahnya sudah tidak lagi tergenang air. Surutnya air membuat sebagian warga membersihkan rumah yang sudah tidak lagi tergenang air.

“Ini saya membantu teman, Mas, membersihkan rumahnya yang sudah tidak tergenang air. Saling membantu. Kalau rumah saya sendiri masih tergenang air, soalnya lokasinya di pinggir sungai Bengawan,” ujar Andi Irmanto saat ditemui Timlo.net, Minggu (6/1).

Dikatakan Andi, banjir mulai masuk ke rumah warga pukul 23.00 WIB. “Luapan air masuk ke rumah warwa tadi malam pukul 23.00 WIB setinggi 1 m. Tadi pagi sudah mulai surut sekitar pukul 07.00 WIB,” bebernya.

Lebih lanjut, Andi mengatakan saat ini yang mendesak dibutuhkan warga adalah bantuan sembako dan pakaian. “Yang mendesak sembako mas, kalau air bersih tercukupi dari WC umum di perkampungan warga yang tidak terkena banjir,” ungkapnya,” imbuhnya.

Sampai saat ini, lanjut Andi, belum ada bantuan dari Pemerintah. “Belum ada bantuan, baru ada dapur umum yang disediakan swadaya warga,” urainya

Di Sangkrah RW 10, ada dua RT yang terkena banjir yaitu RT 02 dan RT 03. Sementara warga mengungsi di tenda darurat di atas tanggul. Di RT 02 ada 58 KK yang terkena banjir. Belum diketahui sampai kapan warga akan mengungsi mengingat cuaca mendung masih menyelimuti Kota Solo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge