0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Listrik Naik, Pemkot Revisi di APBD Perubahan

Solo – Meski Tarif Dasar Listrik (TDL) naik sebesar 15 persen, namun belanja APBD 2013 untuk membayar iuran listrik tidak dinaikkan. APBD 2013 sudah terlanjur disahkan sebelum tarif listrik merangkak naik.

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Solo Budhi Suharto menjelaskan, meski dengan plafon angka yang sama, dirinya yakin Pemkot tidak akan nunggak dalam membayar listrik. Anggaran yang dialokasikan dalam APBD 2013 sebesar Rp. 27 Miliar, baik penggunaan listrik regular maupun Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Kami akui, belanja untuk membayar listrik belum ada asumsi untuk kenaikan. Namun kami yakin pengendalian ketersediaan likuiditas keuangan masih tercukupi,” katanya kepada wartawan, Sabtu (5/1).

Dari anggaran yang ada, akan digunakan untuk mencukupi pembayaran tagihan listrik kepada PLN. Jika nanti di tengah tahun anggaran ada kekurangan dalam pembayaran, revisi anggaran akan diusulkan pada APBD Perubahan mendatang.

“Akan kami usulkan di anggaran perubahan. Teknisnya, pada saat perubahan akan melaporkan ke dewan dengan didukung rincian-rincian tagihan listrik selama tahun ini,” ungkapnya.

Terpisah, Walikota Solo Hadi Rudyatmo menolak rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen. Meski dilakukan secara bertahap, kenaikan listrik akan berdampak secara luas kepada masyarakat.

Penolakan itu menurutnya bukannya tanpa alasan. Dampak secara makro akibat kenaikan listrik akan dirasakan oleh masyarakat bawah. Diyakini, meski yang dinaikkan adalah golongan menengah – atas, namun pemerintah harus bisa memberikan regulasi yang tepat untuk mengantisipasi dampak kenaikan tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge