0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut Tanah Bergerak Lagi, Warga Berjaga di Luar Rumah

Sejumlah warga berjaga-jaga di luar rumah, khawatir bencana tanah bergerak kembali terjadi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pasca terjadinya pergeseran tanah di Dusun Gunung Wijil, Desa Gondang Legi, Kecamatan Klego, Boyolali, Jumat (4/01) malam, warga mengaku tidak berani tidur di dalam rumah. Mereka takut bila sewaktu-waktu musibah tersebut terulang kembali saat mereka terlelap. Beruntung, musibah yang terjadi Jumat malam terjadi saat warga masih berjaga, sehingga tidak ada korban.

Sebetulnya bagi warga Gunung Wijil yang terdiri dari tujuh kepala keluarga, pergeseran tanah atau kasus tanah bergerak sudah bukan hal asing lagi. Hampir setiap tahun, kasus tersebut terus terulang. Hanya saja untuk tahun ini, kerusakan yang dialami warga paling parah. Selain itu, warga mengaku selama ini setahun ini merasa tenang sejak ada alat pemantau pergerakan tanah di atas Gunung Wijil yang dipasang dari Yogyakarta.

Sayangnya, alat tersebut saat terjadi pergeseran tanah, Jumat malam tidak berfungsi. Akibatnya, membuat warga trauma dan enggan tidur didalam rumah. Hingga siang tadi, warga memilih berkerumun d iluar rumah untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Waktu dipasang itu kan bilangnya nanti kalau ada gempa (pergeseran tanah) alatnya akan berbunyi, tapi kemarin tidak, tidak tahu apa rusak atau memang tidak berbunyi,” cerita Tanto, warga sekitar, Sabtu (5/1).

Warga sudah mengecek ke lokasi pemasangan alat pendeteksi pergerakan tanah, namun alat masih berada di lokasi. Sementara hingga saat ini, warga memilih bertahan di luar rumah meski pihak desa menganjurkan untuk mengungsi ke Puskesmas.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge