0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Lonjakan Penumpang

PT KAI Jual Tiket Tanpa Tanda Tempat Duduk

 

Solo – Sebagai antisipasi lonjakan penumpang jelang Natal dan Tahun Baru 2011, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai memberlakukan bebas tiket bagi KA kelas ekonomi.

Artinya, bagi penumpang yang tidak kebagian tempat duduk saat terjadi lonjakan akan disiapkan tiket tanpa tanda tempat duduk. Mengingat momen tahun ini, pihak PT KAI Daop VI Yogjakarta tidak menambah jumlah KA ekstra tambahan.

Di Stasiun Jebres, tiket bebas KA Senja Bengawan kelas ekonomi gerbong KA 153 ini diberlakukan sejak tanggal 18 Desember 2010 sampai 5 Januari 2011. Sedangkan untuk KA 155 bebas tempat duduk diberlakukan mulai tanggal 20 Desember 2010 sampai 5 Januari 2011.

“Ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Jadi penumpang yang kehabisan tempat duduk masih bisa dilayani oleh petugas KA,” ujar Abas Suseno, Staf Kepala Stasiun Jebres Solo kepada wartawan, Sabtu (18/12).

Kendati demikian, kata dia, pemberlakuan bebas tiket KA Senja Bengawan ini tidak mempengaruhi tarif pada hari biasa yakni Rp 37 ribu per tiket. KA Senja Bengawan sendiri merupakan kereta api kelas ekonomi yang dioperasikan PT KA rute Stasiun Jebres Solo – Stasiun Tanah Abang.

KA 153 diberangkatkan pukul 16.45 dan tiba pukul 03.30. Sedangkan KA 154 diberangkatkan pukul 19.30 dan tiba pukul 07.08 dengan tarif Rp 37 ribu per tiket.

Disepanjang perjalanan, KA Bengawan akan berhenti di Stasiun Solo Balapan, Stasiun Klaten, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Purwokerto, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Jatinegara.

Di setiap perjalanan, KA Senja Bengawan membawa 10 gerbong dan 3 diantaranya adalah jatah Stasiun Jebres. Jumlah tempat duduk dalam satu gerbongnya sekitar 104 tempat duduk. “Saat ini saja dari sekian jumlah tempat duduk itu selalu penuh setiap harinya,” imbuh Abas.

Abas memprediksi, penumpang tahun ini bakal membludak mengingat pekan depan sudah musim lubur sekolah, selain Natal dan Tahun Baru. “Tahun lalu saja, saat momen yang sama, peningkatan jumlah penumpang mencapai hampir 100%,” kata dia.

Terpisah, Kepala Humas PT KAI Daop VI Yogjakarta, Eko Budiyanto, saat dihubungi Timlo.net, melalui telephon selulernya, Sabtu (18/12) sore, mengatakan pemberlakuan bebas tiket itu sebagai bentuk pelayanan bagi penumpang. “Kita hanya ingin berbuat adil dengan para penumpang. Meski tidak ada tanda tempat duduknya mereka (penumpang) akan tetap bisa naik,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Eko, pemberlakuan tiket bebas ini sebagai bentuk antisipasi calo tiket yang akan memanfaatkan momen ini. Untuk itu bagi penumpang yang kehabisan tiket bisa dilayani langsung oleh petugas KA untuk mendapatkan tiket bebas. “Jika tiket tanpa tanda tempat duduk itu dijual bebas maka dikhawatirkan akan dimanfaatkan calo. Yang jelas jangan sampai ada permainan calo,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge