0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Repertoar Mahasiswa FKIP UNS

Pangeran Mendem Mencari Cinta, Nama George Diganti Jono

Reportoar berjudul "Pangeran Mendem" yang dibawakan mahasiswa FKIP UNS (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Menjadi seorang pangeran dengan wajah rupawan serta bergelimang harta dan wanita teryata tidak membuat George, tokoh utama pementasan, menjadi senang. Untuk mencari kebahagiaan sejatinya, dia lari ke tanah Jawa dan bertemu dengan sepasang keluarga dusun.

Berkat pertemuannya tersebut, George akhirnya diberi nama baru Jono dan menjadi anak angkat dari pasangan tersebut.

Kisah pun berlanjut, akhirnya Jono bertemu dengan gadis desa bernama Centini yang menjadi pujaan hatinya selama ini.

Tak semulus yang dibayangkan. Romantika cinta mereka juga mendapatkan halangan. Centini yang tidak tahu asal-usul Jono alias George, merasa tertipu tatkala tunangan Jono yang merupakan kaum bangsawan datang dan memberitahu asal usul Jono.

Namun, kekuatan cinta selalu dapat menyingkirkan segala aral yang merintang. Meskipun dengan berbagai halangan yang menimpa akhirnya keduanya dapat melalui dan bersatu dalam cinta yang menggelanyut di hati mereka masing-masing.

Itulah salah satu gambaran repertoar yang diusung mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNS, dengan judul ‘Pangeran Mendem’ yang dipentaskan di Teater Arena, Taman Budaya Jawa tengah (TBJT), Kentingan, Jebres, Solo, Sabtu (5/1).

Ditemui seusai pementasan, Ketua Panitia Pertunjukan Pementasan Repertoar Tiga Naskah, Costarino Matheus Sony menuturkan, repertoar yang dipentaskan tersebut merupakan tugas akhir dari mata kuliah penyutradaraan yang didapatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNS.

“Di semester 5 kami mendapatkan mata kuliah penyutradaraan dan hasil akhir dari perkuliahan tersebut yaitu pementasan ini,” tuturnya kepada wartawan.

Dijelaskan, naskah yang dipentaskan tiap sutradara juga telah ditentukan sehingga dalam pementasannya mereka mengadaptasi dari kisah asli disesuaikan dengan waktu pementasan.

“Pementasan ini semua merupakan kisah saduran dari karya yang telah ada, namun kami adakan adaptasi disesuaikan dengan waktu yang diberikan untuk pementasan, sehingga ada beberapa repertor dari kisah asli yang dipangkas,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge