0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Deg-degan, Meramal Weton di Sekaten

Sejumlah pengunjung arena Sekaten tengah melihat stand ramalan Weton (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebagian masyarakat masih mempercayai, bahwa karakter dan kepribadian seseorang ditentukan dari tahun kelahiran atau yang dalam bahasa Jawa disebut dengan Weton. Kepercayaan jawa terhadap perhitungan kalender tradisional yang menganut pada sistem Weton tersebut biasanya diakui sebagian orang mempunyai kesamaan, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam Sekaten 2013 yang diadakan di Sasana Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarat Hadiningrat, Jumat (4/1), salah satu stand Ramalan Weton yang merupakan bagian dari pameran benda-benda pusaka Keraton Kasunanan Surakarta, sangat ramai dikunjungi pengunjung. Hal tersebut karena banyaknya orang yang penasaran tentang karakter dan pantangan dalam hidupnya.

“Kalau menurut masyarakat Jawa, Weton ini disakralkan. Karena semua yang berhubungan dengan hidup, mati, jodoh dan rejeki tergantung dari Weton itu sendiri. Dan hal tersebut tidak bisa diotak-atik lagi, sudah menjadi ketentuan dari Tuhan,” ujar peramal Weton, Sutopo kepada Timlo.net.

Dijelaskan, Weton merupakan gabungan dari tujuh hari selama seminggu pada penanggalan Masehi, dipadukan dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon). Berdasarkan perhitungan, perputaran tersebut akan berulang setiap 35 hari sekali. Sehingga perhitungan Jawa, Weton akan berulang setiap lima minggu dimulai dari hari lahir yang ditentukan.

“Penanggalan antara Masehi dan Jawa kan berbeda jumlahnya, namun apabila dihitung maka setiap lima minggu atau 35 hari akan kembali pada Weton tersebut,” urainya.

Sejumlah pengunjung mengaku cukup deg-degan saat mencari ramalan wetonnya. Salah seorang pengunjung yang penasaran dengan Wetonnya, Rovika, mengungkapkan ada kesamaan dengan sifat yang dimilikinya. Setelah tahu akan ramalan Wetonnya tersebut, dirinya akan mulai berhati-hati.

“Beberapa ada kesamaan dengan sifat dan perilaku saya. Ya mulai sekarang harus hati-hati, karena percaya gak percaya sebagian juga ada yang sama, terutama pada pantangan-pantangannya,” ujar siswi salah satu SMP di Solo tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge