0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Talut Jembatan Desa Blangu Ambles Lagi

Kondisi talut di Desa Blangu, Kecamatan Gesi yang ambles akibat tergerus air hujan. (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Belum genap sebulan dibangun, proyek talut jembatan Desa Blangu, Gesi, Sragen kembali ambles, Jum’at (4/1). Talud bronjong  sepanjang 14 meter dan tinggi 7 meter itu ambles sedalam satu meter setelah diguyur hujan. Warga berharap kondisi tersebut segera diperbaiki mengingat jalur tersebut merupakan penghubung antara Kecamatan Gesi dan Kecamatan Tangen.

Banyak warga yang memprihatrinkan kondisi talut dan jembatan yang kembali ambles. Pasalnya  talut tersebut belum genap sebulan setelah dibangun. Apalagi jalan itu merupakan arus lalu lintas yang cukup padat kendaraan. Apabila tidak segera diperbaiki kerusakan yang terjadi akan semakin parah.

“Selain colt, setiap hari juga banyak truk dump mengangkut tanah urug. Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan akan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan yang lain,” kata Pardi (52), warga Dusun Wahyu, Desa Blangu, Kecamatan Gesi

Warga lainnya, Warseno (34), menilai, perencanaan bangunan talut dan jembatan terkesan asal jadi. Dia menyangkan bahan material untuk membangun talut hanya menggunakan batu kapur.  Warseno membandingkan dengan pembangunan talut di lokasi lain, di mana pembangunan talut bronjong biasanya mempergunakan bahan dari batu kali. Sehingga posisi bronjong lebih padat dan tidak mudah bergeser. “Kalau menggunakan batu kapuir akibatnya posisi talut mudah bergeser saat diguyur air hujan,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge