0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembobol BRI Kleco Juga Rencanakan Aksi di Yogyakarta

(Ilustrasi) ATM di Kantor BRI Cabang Kleco, Solo yang nyaris dibobol dipasang garis polisi, beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/iwan wahyu)

Solo — Komplotan yang gagal membobol ATM BRI Unit Kleco Kota Solo mengaku melakukan aksinya dengan spontan lantaran kemalaman usai pergi dari Semarang. Bermodal Rp 450 ribu untuk membeli bor, ketiga tersangka aksi percobaan pencurian ini bahkan juga mengaku akan melakukan aksinya di Yogyakarta.

Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain melalui Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Edi Suranta Sitepu mengatakan, komplotan ini merencanakan aksinya secara spontan setelah jalan kaki dari Terminal Kartasura menuju Kota Solo. Di tengah perjalanan mereka mendapati ATM BRI Kleco tanpa penunggu. Hanya, aksi yang dilakukan di ATM tersebut justru kepergok sehingga kompoltan ini dapat ditangkap setelah saksi menelepon ke pihak kepolisian.

“Pelaku kepergok ketika mengebor kunci pintu ATM, saksi menangkap satu pelaku dan sisanya ditangkap Polisi,” jelas Kasat.

Kasat mengatakan, para pelaku saat beraksi terekam CCTV bank, sehingga memudahkan Polisi untuk manangkap pelaku melalui ciri-ciri yang terekam melalui CCTV. “Dua dari ketiga pelaku diketahui sebagai residivis pencurian dan menjadi DPO Polresta Semarang atas kasus jambret sehingga penyidik melakukan pendalaman,” jelas Kasat didampingi Kasubag Humas Polresta Solo AKP Sis Raniwati.

Diketahui bahwa para pelaku yakni Agus Sutriyono alias Nanus (28) warga Jalan Sri Gunting Tanjung Emas Semarang, Tri Utomo alias Kampret (29) warga jalan Mogas Dalam 5 No 365 RT 09 RW 03 Magersari, Semarang Selatan, Supriadi (29) warga jalan Mogas Dalam 5 No 365 RT 09 RW 03 Magersari, Semarang Selatan.

Kepada wartawan seorang  pelaku Agus mengaku baru pertama kali melakukan aksinya dengan peran mengebor serta memegang tas berisi UPS. “Saya baru pertama, Saya yang mengebor kunci ATM,” ujar Agus yang mengaku belum lama ini ditinggal sang istri meninggal dunia. Sedangkan pelaku yang lain yakni  Tri Utomo mengaku nekat melakukan aksinya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam menjalankan aksinya, ketiganya berusaha mengelabuhi masyarakat dengan mengenakan pakaian yang religius, yakni mengenakan semacam baju koko. Bahkan supaya tidak dicurigai, mereka menginap di masjid.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge