0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Pengunjung Rebutan Apem Kukus Keong Mas

Dua ribu apem kukus keong mas dikirab di Pengging, Jumat (4/1). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Ribuan masyarakat dari Boyolali dan sekitarnya berebut apem kukus keong mas dalam ritual Sebaran Apem di depan Masjid Ciptomulyo Pengging Banyudono, Jumat (4/01). Dua ribu apem yang disediakan panitia ludes dalam sekejap diperebutkan pengunjung. Masyarakat mempercayai berkah dari apem keong mas yang dibungkus dengan janur tersebut.

Sebelum dibagikan ke pengunjung yang telah menanti dibawah hujan,dua gunungan apem diarak dari Kecamatan Banyudono menuju ke Masjid Ciptomulyo Pengging. Selain gunungan besar, juga ada gunungan apem kecil dan hasil pertanian warga. Disediakan dua panggung dalam sebaran apem.

Salah satu abdi dalem Keraton Surakarta, KRT Mangkusetyo Nagoro Darmono, mengungkapkan tradisi sebaran apem yang dilaksanakan tiap bulan sapar merupakan tradisi turun temurun peninggalan Paku Buwono IV. Sebaran apem keong mas sendiri merupakan wujud petani yang terbebas dari hama keong mas. Sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta kala itu, petani mengelar syukuran dengan membagi-bagikan apem.

Ada dua apem yang dibagikan, apem berbentuk bulat dan apem kukus berbentuk kerucut atau menyerupai keong mas. Apem berbentuk bulat tersebut sebagai simbol petani yang tidak gentar dalam menghadapi hama.

“Tradisi ini sudah lama dilakukan, kita sebagai generasi muda wajib melestarikanya,” ungkap KRT Mangkusetyo Nagoro Darmono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge