0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siwa SMK Santo Paulus Ubah Minyak Jelantah Jadi Biodiesel

Solo —  Energi alternatif yang berasal dari sumber energi dapat diperbarui salah satunya adalah biodiesel. Untuk menghasilkan sumber energi yang satu ini para siswa SMK Santo Paulus Solo memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar traktor atau alat uang menggunakan mesin diesel lainnya.

Valentina Arini, guru kimia SMK Santo Paulus menjelaskan, awal pemanfaatan jelantah menjadi biodiesel diperlukan proses kimiawi yang tidak terlalu sulit. Awalnya jelantah dilarutkan dengan metal etanoat dan beberapa bahan kimia lainnya.

Setelah larut kemudian minyak diekstraksi dan didestilasi sehingga menghasilkan cairan encer berwarna kuning cerah mirip bensin. Meskipun awalnya minyak jelantah berwarna pekat dan lengket. Namun setelah melalui proses kimia akan menjadi cairan encer dan tidak berbau.

Langkah pembuatan biodiesel dari minyak jelantah ini selain bahan mudah didapat, harganya pun cukup terjangkau. Bahan bakunya mudah didapat dari hasil limbah rumah tangga.

”Tidak perlu susah mencari bahan bakunya, untuk menghasilkan sekitar 100 ml biodiesel, dibutuhkan sekitar 500 ml minyak jelantah. Dan prosesnya juga hanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam untuk 100 ml minyak jelantah,” jelasnya, kemarin.

Jika limbah tersebut sudah menjadi biodiesel tentunya bisa digunakan sebagai bahan bakar traktor. Akan tetapi untuk pemakaian pada mesin kendaraan bermotor, diakui Valentina, belum dilakukan pengujian.

Kepala SMK Santo Paulus Sri Pujiati berharap, temuan awal para siswanya dapat ditindaklanjuti attau dikembangkan oleh pihak yang berkompeten. Akan tetapi dalam pengembangannya siswa masih menghadapi kendala yakni memperoleh minyak jelantah dalam skala besar. Sampai saat ini jelantah hanya diperoleh dari penjual gorengan atau industri rumah tangga saja.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge