0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masuknya Perguruan Tinggi Asing Ancam PTS Lokal

Solo — Masuknya perguruan tinggi asing ke negara Indonesia mengakibatkan perguruan tinggi swasta (PTS) lokal terancam karena kalah bersaing.

“Dari jumlah 3.214 PTS di Indonesia, 90 %  tidak siap bersaing dengan perguruan tinggi asing saat mulai diberlakukan Masyarakat ASEAN pada tahun 2015 mendatang. Sehingga akan berdampak pada kebangkrutan PTS lokal,” ungkap Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTS), Thomas Suyatno, di Solo, Jumat (4/1).

Disebutkan, PTS lokal akan kalah dari kondisi modal, teknologi dan sumber daya manusia (SDM). Tak hanya itu. Persaingan yang tak imbang ini dikhawatirkan akan mengalami disparitas pendapatan lebar antara gaji pendidik lokal dan pendidik asing. Pasalnya pada saat itu juga akan semakin bertambah dosen asing yang mengajar di perguruan tinggi asing di Indonesia.

Hal tersebut juga akan memunculkan PT asing akan mengakuisisi PTS yang tidak kuat. ”Di awal mereka akan melakukan kerjasama tapi pada akhirnya PTS akan diakuisisi oleh perguruan tinggi asing,”jelasnya.

Terkait hal tersebut, sudah ada rambu-rambu yang mengatur masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia yang tertuang dalam UU No 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi.

Akan tetapi Thomas menilai peraturan tersebut tak cukup sebagai benteng untuk melindungi PTS lokal. “Penjelasan dalam UU tersebut seharusnya dipaparkan lebih rinci dan tegas. Supaya masuknya perguruan tinggi asing tidak membahayakan PTS,” katanya.

Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo Ongko Cahyono mengakui adanya ancaman masuknya PT asing terhadap PTS lokal. Nmaun ia tidak meyakini prediksi PTS yang tidak siap saing mencapai 90%.

Ia mengakui kebanyakan PTS di Indonesia kondisinya memang demikian. ”Memang kondisinya seperti itu. Hal ini dikarenakan tidak adanya perhatian serius dari pemerintah. Sehingga sarana prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan di kampuus minim. Dengan kondisi seperti itu sudah dapat dipastikan kualitas yang dihasilkan juga terbatas,” katanya.

Mengingat hal tersebut, Ongko berharap agar pemerintah segera mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada PTS. Pasalnya, selama ini bantuan dari peemerintah yang diperuntukkan PTS masih sangat sedikit, baik itu dalam beasiswa maupun bantuan fisik.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge