0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak Dana LPS untuk Bayar Investasi Bodong

Aliansi Masyarakat Penabung Surakarta Demo di PN

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penabung Surakarta menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Solo (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Massa Aliansi Masyarakat Penabung Surakarta (AMPS) melakukan aksi demo di depan Kantor Pengadilan Negeri Solo, Jumat (4/1) pagi. Mereka menuntut agar dana negara di Bank Century (kini Bank Mutiara) diselamatkan dari investasi bodong.

Dalam melakukan aksinya, sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi teatrikal tarik menarik seutas tali antara pendemo bertopeng kera dan pendemo bertopeng Robert Tantular. Aksi teaterikal ini menggambarkan saling tarik-menarik merebutkan dana Bank Century.

Koordintor Lapangan aksi AMPS, Ahmad Rosyid kepada wartawan seusai menggelar aksi mengatakan, terkait kasus Bank Century yang kini berganti nama Bank Mutiara, masyarakat Indonesia selama ini telah dibohongi oleh opini yang tidak masuk akal.

“Ada oknum-oknum yang mengaku sebagai nasabah bank. Padahal, mereka sebenarnya adalah investor Antaboga atau investasi reksadana milik Robert Tantular,” ujar Ahmad Rosyid.

Menurutnya, Robert Tantular ini ingin meminta pengembalian dana investasi mereka melalui Bank Mutiara dan (Lembaga Penjamin Simpanan) LPS.

“Padahal sudah cukup jelas sesuai Undang-undang No.24 Tahun 2004 tentang LPS, uang LPS itu berasal dari Bank Peserta Penjamin yang dananya diambil dari masyarakat penabung di seluruh Indonesia. Jika hal tersebut dibiarkan Bank Mutiara dieksekusi maka telah terjadi korupsi sistemik atau “Legal Corruption” yang merugikan masyarakat penabung,” jelas Ahmad.

Kemudian lanjut Ahmad, uang tabungan masyarakat merupakan hak pribadi penabung dan premi yang dibayarkan kepada LPS juga hak masyarakat sebagai penabung. Dana itu, bukan milik oknum yang meminta pengembalian uangnya tanpa dasar hukum.

“Kami menolak pembayaran kepada investor Antaboga alam bentuk apapun oleh Bank Mutiara dan LPS,” tegas Ahmad.

Kemudian perwakilan pengunjuk rasa yang didampingi kuasa hukumnya, Muanas setelah melakukan orasi langsung menemui pihak PN Solo menyerahkan surat tuntutnya.

Perwakilan pengunjuk rasa tersebut ditemui Panitera Muda Perdata PN Solo, Winarso. “Surat sudah diterima segera diajukan ke Ketua PN Solo Herman H Hutapea untuk dikaji lebih lanjut,” ujar Winarso.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge