0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Raker dengan Komisi III DPRD Solo

Galabo Mengecewakan, Kepala UPTD Kuliner Dimarahi

Shelter baru Galabo (Dok. Timlo.net/Daryono)

Solo — Ketidakpuasan akan pengerjaan proyek pembangunan Gladak Langen Bogan (Galabo) memuncak dalam rapat kerja Komisi III DPRD Solo dengan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) yang juga diikuti Unit Pelaksanan Teknis Daerah (UPTD) Kuliner selaku pengelola Galabo. Jajaran Komisi III marah-marah atas proyek Galabo yang tidak sesuai dengan arahan Komisi III.

Kepala UPTD Kuliner, Agus Siswuryanto berkali-kali mendapat “semprotan” dari jajaram Komisi III. “Kok bisa seperti itu bagaimana? Kenapa sliding Galabo sistem manual, kan seharusnya sistem hidrolik seperti arahan kami. Kok bisa seperti itu bagaimana? Siapa yang salah kalau seperti itu?” kata Ketua Komisi III, Honda Hendarto saat rapat kerja dengan Disperindag, Jumat (4/12).

Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Kuliner Agus Siswuryanto mengaku salah atas pengerjaan sliding tersebut. “Ya itu memang salah kami yang tidak memperhatikan arahan Komisi III. Meskipun sebenarnya kami telah mencoba mengarahkan agar konsultan perencana menyesuaikan dengan arahan Komisi III,” ungkapnya.

Seperti diketahui, shelter Galabo saat ini memang telah dilengkapi dengan atap sliding. Sebab dalam perencanaan pembangunannya memang seperti itu. Hanya saja untuk mengoperasionalkan atap sliding tersebut tidak bisa dilakukan secara otomatis. Melainkan harus dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan didorong menggunakan bambu.

Selain itu Agus mengatakan, sistem hidrolik yang dikehendaki Komisi III tidak bisa direalisasikan lantaran keterbatasan anggaran. “Konsultan mengaku danaya tidak cukup jika sliding menggunakan sistem hidrolik dan anggarannya pun berubah semua. Kemarin dari konsultan perencana bahasanya seperti itu,” lanjutnya.

Hanya saja, alasan tersebut tampaknya tidak bisa diterima Komisi III. Menurut Honda Hendarto, pihaknya sangat menyesalkan hasil dari proyek tersebut. “UPTD mestinya bisa memahami tentang kualitas pembangunan. Apakah UPTD tahu suara seperti apa di luar terkait hasil pembangunan itu? Komisi III dianggap mendapatkan untung dari proyek tersebut. Silahkan dicek, tidak ada Komisi III mendapat sepeserpun,” ungkapnya.

Sementara, anggota Komisi III, Abdullah AA meminta agar sliding yang masih sistem manual tersebut segera diperbaiki. “Segera saja diperbaiki. Jika memang dibutuhkan anggaran untuk perbaikan itu segera saja ajukan anggarannya dalam APBD Perubahan mendatang,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge