0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hanyut di Parit, Seorang Balita Tewas

Muhammad Sefrizal Galih Riyadi (3,5), meninggal dunia setelah hanyut di parit ()

Klaten – Nasib nahas menimpa Muhammad Sefrizal Galih Riyadi. Bocah balita yang baru berusia 3,5 tahun itu ditemukan tewas setelah hanyut di parit Dukuh Jombor, Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (2/1) petang.

Informasi di kepolisian, Kamis (3/1), menyebutkan korban tewas saat ditinggal kakeknya, Sihono (45), warga Kregan RT 9/RW 4 Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, untuk memasang ban truk miliknya usai ditambal di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa nahas itu bermula ketika Sihono mengajak cucunya ke Ceper dengan truk pasir miliknya pada Rabu (2/1) siang. Namun sesampainya di daerah Jombor, Ceper, tiba-tiba Sihono menghentikan truknya lantaran ban truk meletus.

Kebetulan ada kios bengkel milik Hartono (42) warga Krosokan, Jebugan, Klaten Utara didekat ia berada. Sihono kemudian membawa ban truknya itu untuk ditambal.

Sembari menunggu tambalan selesai, Sihono memperhatikan cucunya yang aktif bermain di alas tikar. Selang beberapa menit, ban truk itu telah selesai ditambal. Bersama cucunya, Sihono bergegas menuju truknya untuk memasang ban tersebut.

Proses pemasangan ban selesai dalam waktu 15 menit. Namun begitu terkejutnya saat Sihono melihat sang cucu sudah tidak ada di tempatnya. Pencarian dilakukan Sihono dibantu Hartono.

Kemudian sekitar pukul 17. 30 WIB, Sihono menemukan cucunya sudah berada di parit sekitar 150 meter dari bengkel Hartono. Namun begitu terkejutnya saat Sihono mengetahui bocah malang itu ternyata sudah tidak bergerak lagi.

Kapolsek Ceper, AKP Sugeng Handoko, mengatakan tewasnya korban diduga akibat terpeleset ke dalam parit dan hanyut. Saat kejadian, air dalam parit selebar 60 cm dengan kedalaman sekitar 50 cm itu memang cukup deras.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Kapolsek kepada wartawan, Kamis (3/1).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge