0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kirab Budaya Tradisi Suro

Uang Koin Dianggap Membawa Berkah

Klaten – Bulan Suro dianggap sebagai bulan sakral bagi sebagian orang Jawa. Hal itu yang menjadikan alasan mereka mengkeramatkan bulan ini dengan mengisi tradisi-tradisi unik.

Seperti kirab menyusuri jalan desa yang dilakukan masyarakat di Desa Soropaten, Karanganom, Klaten setiap tanggal 8 Suro, yang tahun ini jatuh pada hari Kamis (16/12).

Pantauan Timlo.net, kirab budaya ini diawali dengan upacara adat di bangsal makam Eyang Kyai Karsorejo, tokoh masyarakat jaman dulu. Usai melakukan ritual uapacara, peserta yang sebagian besar mengenakan pakaian adat Jawa berjalan beriringan mengelilingi perkampungan.

Selama kirab berlangsung, seorang sesepuh desa terlihat membawa udik-udik yang berisi kembang dan uang koin yang terus disebarkan dalam perjalanan. Warga yang menonton langsung berebut koin yang disebar tersebut, warga percaya koin yang didapatkan bisa mendatangkan berkah.

Tidak ketinggalan, gunungan hasil bumi para petani juga ikut diarak sebagai bukti rasa syukur kepada Tuhan. Tradisi seperti ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak nenek moyang mereka, Eyang Kyai Karsorejo.

“Semasa hidupnya Eyang Kyai Karsorejo dulu, konon warga Soropaten pernah terkena wabah penyakit pes hingga delapan puluh orang tewas. Melihat hal itu kemudian Eyang Karsorejo bertapa dan mendapat petunjuk supaya menggelar syukuran,” terang Alim, warga setempat.

Sementara itu, selain kirab, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai jenis atraksi budaya seperti reog, tarian tradisional dari lereng Merapi, serta drumband. “Hingga kini kirab tradisi Suro seperti ini terus dilakukan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya Jawa,” terang Sri Nugroho, ketua panitia kirab.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge