0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Akhirnya, Hibah Keraton Batal Cair

Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat (Dok. Timlo.net/Niar)

Solo — Dana hibah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang bersumber dari APBD 2012 akhirnya batal dicairkan. Batalnya bantuan operasional kepada keraton disebabkan karena masalah internal keraton yang tak kunjung selesai.

Sebenarnya, Pemkot telah memberikan batas waktu pengajuan proposal hibah kepada pihak keraton sampai dengan 20 Desember lalu. Namun karena sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada partisipasi aktif dari keraton, akhirnya dana sebesar Rp 300 juta tersebut tidak bisa dicairkan.

“Yang jadi masalah kan pada legitimasinya. Artinya, surat (pengajuan hibah —Red) harus tertanda oleh Sinuhun (Paku Buwono XIII). Tapi selama ini yang terjadi malah seperti itu,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budhi Suharto kepada wartawan, Kamis (3/1).

Yang dimaksud oleh Sekda, selama ini masih ada dualisme di dalam tubuh keraton. Kalangan yang seharusnya memiliki legitimate power, yakni Paku Buwono XIII Hangabehi terkesan pasif, meski telah memberikan mandat kepada GPH Benowo untuk mengirim proposal pengajuan dana hibah.

Sementara kalangan lain, yang dikenal dengan Lembaga Adat keraton mendesak Pemkot segera mencairkan hibah keraton. Padahal selama ini posisi kalangan Lembaga Adat dianggap berseberangan dengan Hangabehi. Menurut Sekda, dalam pencairan anggaran hibah harus dilakukan langsung oleh raja atau kerabat yang mendapatkan mandat dari raja.

Sementara, Walikota Solo Hadi Rudyatmo meminta kepada kalangan keraton untuk mengajukan proposal pada tahun ini. “Lha mau bagaimana lagi. Diupayakan di tahun ini agar diajukan kembali. Jangan sampai aset negara rusak hanya gara-gara persoalan internal,” ungkap Rudy, sapaan Walikota.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge