0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jamkesmas Banyak yang Nyasar, Walikota Rudy Panggil BPS

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – Pemkot Solo akan meminta klarifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pendistribusian kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang banyak salah sasaran. Pemkot akan meminta pertanggung jawaban pada BPS atas karut marutnya data penerima Jamkesmas di Kota Solo.

Walikota Solo Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan BPS dalam waktu dekat. “Akan kami klarifikasi, kenapa sampai terjadi seperti itu. Cara pendataannya seperti apa?” katanya kepada wartawan, Kamis (3/1).

Kepada BPS, ia meminta penjelasan secara rinci terkait banyaknya penerima Jamkesmas yang salah sasaran. “Akan kami minta pertanggung jawabannya,” tegas Rudy, sapaan Walikota. Hanya, ia belum bisa menentukan kapan waktu pasti akan menggelar pertemuan dengan BPS.

Tahun ini, penerima Jamkesmas di Kota Solo tercatat sebanyak 145.563 jiwa. Data kepesertaan Jamkesmas diperoleh dari hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Data PPLS tersebut digunakan oleh Tim Nasional Percepatan penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang kemudian disetorkan pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Oleh Kemenkes, data itu dijadikan sebagai acuan untuk verifikasi Jamkesmas. Kemenkes sendiri sudah mencetak kartu Jamkesmas dan sudah mengirimkannya ke 497 kabupaten se-Indonesia.

Kepada warga miskin yang dulu mendapat Jamkesmas tetapi di pendataan yang sekarang tidak mendapat Jamkesmas, Rudy menghimbau agar cepat menghadap ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Mereka akan didata dan diusulkan dalam pengajuan kepesertaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS).

Pekan ini, DKK akan memberikan laporan hasil pendistribusian kartu Jamkesmas pada Walikota. Termasuk, jumlah penerima salah sasaran dan jumlah kartu Jamkesmas yang rusak. Oleh karenanya, Pemkot baru bisa melaporkan hasilnya ke Kemenkes pada 7 Januari besok.

“Sebenarnya deadline sejak 31 Desember kemarin, tapi tidak bisa selesai. Apalagi kemarin pada saat pengiriman kartunya ada sekian ribu kartu yang kesasar ke Pemkab Pemalang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Promosi Kesehatan Pemberdayaan dan Kemitraan DKK Solo, Purwanti.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge