0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Masuk 5 Besar Kota dengan Inflasi Terendah

SIDAK TPID -- Inspeksi mendadak (Sidak) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta di Pasar Legi dalam rangka menjaga stabilisasi harga komoditas pokok (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo —  Kota Solo masuk dalam kategori lima besar kota dengan inflasi terendah di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat Kota Bengawan menduduki peringkat kelima inflasi terendah di sepanjang 2012 setelah Aceh, Lhokseumawe, Batam dan Palembang.

Kepala Seksi Distribusi BPS Kota Solo, Herminawati, menyatakan laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2012 Kota Solo tercatat sebesar 2,87 persen. Jauh lebih rendah ketimbang raihan inflasi nasional yang mencapai 4,3 persen.

Sementara khusus pada Desember 2012, kota ini membukukan angka inflasi sebesar 0,30 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 124,45. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan (0,58 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,35 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,16 persen).

“Kelompok sandang (0,67 persen), kelompok kesehatan (0,26 persen) serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan (0,05 persen). Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,02 persen),” tambahnya, saat ditemui wartawan di kantor setempat, Kamis (3/1).

Secara terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Doni P Joewono, menilai laju inflasi Kota Bengawan yang tercatat sebesar 2,87 persen terbilang cukup ideal. Dengan demikian mampu mendukung iklim investasi daerah.

Sementara itu, empat daerah lain yang berhasil mencatat laju inflasi terendah di Indonesia, dalam hal ini Aceh, Lhokseumawe, Batam dan Palembang masing-masing membukukan angka inflasi sebesar 0,06 persen, 0,39 persen, 2,02 persen dan 2,72 persen.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge