0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SD Tumenggungan 28 Rusak, Dikpora Bentuk Tim

Atap ruang kelas SD Tumenggung 28 Solo yang sangat membahayakan, karena sewaktu-waktu kayu usuknya bisa jatuh karena sudah pada rapuh dan rusak (dok.timlo.net/sri ningsih)

Solo — Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo segara menindaklanjuti kondisi ruang kelas di SD Tumenggungan 28 yang rusak parah dan membahayakan guru serta siswa.

Diberitakan sebelumnya kondisi SD Tumenggungan 28, khususnya ruang kelas II dan III, kayu usuknya sudah lapuk akibat dimakan rayap. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan jika suatu saat usuk terjatuh mengenai siswa.

Mengingat hal tersebut, Disdikpora membentuk tim untuk melakukan kroscek secara langsung. ”Agar segera ditangani kerusakan tersebut, kami bentuk tim yang akan mengecek ke lapangan,” kata Kepala Disdikpora Solo, Rakhmat Sutomo saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (3/1).

Dikatakan, SD Tumenggungan 28 telah terdaftar dalam penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012. Akan tetapi waktu realisasi dan pencairan dana tersebut belum diketahui secara pasti, karena masalah petunjuk teknis (Juknis) masih tumpang tindih.

“Secepatnya di tahun ini akan kita realisasikan. Tidak hanya SD Tumenggungan 28 saja, beberapa sekolah juga telah melaporkan kondisi sekolahnya yang rusak,” paparnya.

Ditanya terkait tahap renovasi, Rakhmat mengaku belum tahu pasti apakah harus dilakukan renovasi secara menyeluruh atau hanya cukup dengan tambal sulam saja. Alasannya, masih akan dilakukan proses pengecekan.

Menurutnya, Disdikpora tidak bisa mendeteksi satu persatu ruang kelas mana yang sudah tidak layak pakai. Karena hal tersebut sudah menjadi kewajiban sekolah yang menempati bangunan tersebut.

“Sebelum bangunan roboh atau usuk jatuh, seharusnya pengecekan secara rutin juga harus dilakukan oleh sekolah. Karena mereka yang lebih tahu kondisinya. Saya harap sekolah juga bisa bersinergi dengan kami,” ujarnya.

Agar proses renovasi yang dilaksanakan dari DAK bisa dimanfaatkan pihak sekolah secara maksimal, Rakhmat menghimbau dalam melakukan tahap pembangunan harus sesuai dengan perencanaan. “Perencanaan yang sudah ada harus dilakukan, jangan nanti setelah ada besaran anggarannya perencanaan jadi berubah,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge