0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wah, Google dan Yahoo Dituduh Dukung Pembajakan

Halaman awal situs Google. (Dok:Timlo.net/Google.com)

Timlo.net — Program  jaringan periklanan Google dan Yahoo dituduh mendukung para pelaku pembajakan musik dan film online secara finansial. Tuduhan ini muncul dalam sebuah laporan dari Universitas Southern California (USC).

Bagian dari universitas tersebut, Annenberg Innovation Lab meneliti jaringan iklan yang menyebar iklan di kebanyakan situs di Internet  yang mereka dapati melanggar hak cipta musik dan film. Dan kemarin (2/1), mereka mengeluarkan sebuah daftar yang memuat daftar 10 besar jaringan iklan tersebut. Yang mengejutkan Google berada di urutan kedua, dan Yahoo berada di urutan keenam.

OpenX, sebuah perusahaan berbasis di Pasadena, California, yang menyediakan peralatan iklan digital dan mobile, berada di urutan pertama. Untuk membuat daftar ini, USC menggunakan Transparency Report buatan Google yang mendaftarkan nama-nama situs yang menerima keluhan dari pemegang hak cipta untuk menghapus konten yang melanggar hak cipta dari situs mereka.

Google memberitahu CNET bahwa mereka belum melihat laporan tersebut. Tapi merupakan sebuah kesalahan untuk menyimpulkan bahwa jaringan  iklan mereka adalah salah satu sumber dana dari situs-situs bajakan.  “Kompleksitas dalam iklan online telah membuat orang menyimpulkan  secara salah bahwa kehadiran kode Google dalam sebuah situs berarti Google mendukung mereka secara finansial.”

Perusahaan hiburan berusaha menyerang para pelaku pembajakan. Perusahaan-perusahaan film dan musik besar telah menekan Google selama bertahun-tahun untuk mengubah cara mereka merangking hasil pencarian dan jaringan iklan untuk membantu menekan jumlah pengunjung ke situs pembajakan.

Google, yang sekarang menjual film dan musik di Google Play (penerus Android Market) dan Youtube, menyetujui permintaan mereka. Penyedia layanan mesin pencari ini telah menghapus jutaan URL konten bajakan dari fungsi pencariannya. Dan tindakan ini mendapat dukungan dari industri hiburan.

Tapi, USC memutuskan untuk terus menerbitkan laporan seperti ini setiap bulannya. Jonathan Taplin, mantan eksekutif industri film berkata kepada LA Times bahwa laporan ini dirancang untuk mengirim pemberitahuan kepada perusahaan besar bahwa jaringan iklan mereka ditampilkan dalam situs-situs bajakan.

Berikut daftar 10 besar perusahaan dalam laporan tersebut:

1. Openx

2. Google (termasuk Double Click)

3. Exoclick

4. Sumotorrent

5. Propellerads

6. Yahoo (termasuk Right Media)

7. Quantcast

8. Media Shakers

9. Yesads

10. Infolinks



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge