0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan: Larangan Siswa Bawa Motor Butuh Kajian Akademis

Abdul Ghofar, Sekretaris Komisi IV DPRD Surakarta (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Jajaran Komisi IV DPRD Solo mempertanyakan kebijakan larangan siswa membawa motor ke sekolah, apakah sudah melalui kajian akademis. Pasalnya, jika tidak berdasar kajian akademis, maka kebijakan itu dinilai tidak memiliki solusi yang mendalam.

“Kebijakan (larangan siswa Solo membawa motor ke sekolah) itu dasar kajiannya dari mana? Apakah hanya berdasar asumsi-asumsi? Kan harus ada kajian yang mendalam, entah melibatkan pakar transportasi atau dari kalangan akademisi,” ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Abdul Ghofar Ismail kepada Timlo.net, Kamis (3/2) di DPRD Solo.

Ghofar menilai, kebijakan tersebut tidak memiliki implemetasi yang jelas. “Jika kemudian dilarang, nanti penindakannya seperti apa? Apakah akan ada razia di sekolah, atau bagaimana? Kan serba tidak jelas,” ungkapnya.

Untuk itu, Ghofar meminta kebijakan tersebut dikaji secara lebih mendalam. “Perlu dikaji secara mendalam terlebih dulu dengan melibatkan ahli di bidang transportasi. Sehingga jika kebijakan itu diterapkan memiliki solusi yang mendalam,” terangnya.

Selain itu, politisi PKS ini juga menyoroti belum adanya infrastruktur pendukung untuk mendukung kebijakan tersebut. “Tidak bisa mengandalkan penambahan 10 Batik Solo Trans (BST) kemudian melarang siswa tidak membawa motor ke sekolah,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge