0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Penyimpangan Dana Rp 5,6 Miliar

Kejari Karanganyar Kantongi Calon Tersangka Kasus Cukai Tembakau

Kasi Pidsus Kejari Karanganyar, Sukirno (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar — Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar terus mengusut kasus dugaan penyimpangan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2009 senilai Rp 5,6 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Karanganyar, Sukirno saat ditemui wartawan, Kamis (2/1), mengatakan, para penerima dana bergulir DBHCHT diduga menyelewengkan dana untuk membiayai studi banding ke Enrekang, Sulawesi Selatan. Selain digunakan untuk membiayai studi banding, uang yang seharusnya untuk petani ini digunakan untuk membeli tiga unit mobil dari berbagai merk senilai kurang lebih Rp 500 juta.

“Kita masih terus melengkapi berkas untuk barang bukti termasuk dokumen pembelian tiket pesawat di dua maskapai penerbangan,” terang Sukirno.

Sukirno menambahkan sampai saat ini pihaknya telah mengantongi nama-nam calon tersangka kasus dugaan penyimpangan DBHCHT tersebut. Namun Sukirno enggan membeberkan identitas calon tersangka tersebut.

Seperti diketahui DBHCHT tahun 2009 senilai Rp 5,6 miliar dibagikan ke 10 SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar. Perinciannya, Bagian Perekonomian senilai Rp 2.960 miliar, Bagian Hukum Rp 150 juta, Bappeda Rp 450 juta, Dinas Pertanian Rp 446 juta, Disperindagkop Rp 400 juta, Dinas Kesehatan Rp 335,5 juta, BP4K Rp 150 juta, BLH Rp 200 juta, DP2KAD Rp 420 juta dan Dinsosnakertrans Rp 150 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge