0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasir Merapi Melimpah, Penambang Panen

Kegiatan penambangan pasir di Kali Apu, lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Musim hujan berkah bagi penambang pasir di sejumlah sungai yang berhulu di Puncak Merapi. Meski harus selalu waspada bila terjadi banjir mendadak. Hanya saja, melimpahnya pasir di sungai sepanjang Gunung Merapi, tidak diimbangi dengan permintaan pasir.

Seperti diungkapkan Muntarjo, penambang pasir di Kali Apu, Selo, Boyolali, jumlah pasir di sungai yang berhulu di Puncak Merapi sangat banyak dan melimpah. Hanya saja, pembeli pasir sepi. Pasalnya, pembeli lebih memilih membeli pasir di lokasi yang mudah di jangkau. Sementara untuk lokasi di Kali Apu, medanya tergolong sangat sulit.

“Pasirnya banyak, tapi tidak ada yang beli, terpaksa kita tumpuk dulu di sekitar lokasi,” ungkap Muntarjo ditemui saat melakukan penambangan, Rabu (2/1).

Masalah kembali muncul, tatkala banjir melanda, pasalnya pasir yang ditimbun akan terbawa banjir. Padahal,pasir yang ditambang seharian akan hilang begitu saja. Bahkan para penambang terkadang harus rela menunggui pasir mereka. Untuk pasir satu truk, penambang yang biasanya dilakukan satu anggota keluarga ini hanya butuh satu hari saja.

“Kita jelas rugi, tapi bagaimana lagi, ya nanti kita nambang lagi,” ungkap Legi, warga Klakah Duwur, Selo.

Terkait harga pasir, satu pikap L300 hanya dihargasi Rp 30 ribu. Sedangkan satu truk pasir, biasanya hanya dibeli sekitar Rp 90 ribu. Satu kelompok berisi tiga atau empat orang. Hasil tersebut, belum tentu mereka dapat setiap hari. Apabila cuaca tidak bersahabat, para penambang tidak berani turun ke kali untuk menambang. Mereka takut diterjang banjir lahar yang bisa datang sewaktu-waktu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge