0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelajar Dilarang Bawa Motor, Dewan Bilang Buru-buru

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Supriyanto (Dok.Timo.net/Daryono)

Solo — Jajaran DPRD Solo menilai pemberlakukan larangan siswa membawa sepeda motor ke sekolah dinilai sebagai kebijakan yang prematur. Pasalnya, Pemkot dinilai belum menyiapkan transportasi pendukung sebagai antisipasi kebijakan tersebut.

“Menurut kami, kebijakan itu tidak efektif dan prematur. Kalau anak sekolah dilarang membawa motor, semestinya disiapkan transportasi umum yang menjangkau ke sekolah-sekolah,” kata Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto saat ditemui Timlo.net, Rabu (2/1) di DPRD Solo.

Supriyanto mengkhawatirkan nantinya justru akan ada perilaku dari masyarakat yang menyiasati kebijakan tersebut. “Nanti yang terjadi justru akal-akalan atas kebijakan itu. Misalnya sepeda motor ditaruh siswa di sekitar sekolah,” ungkapnya.

Lebih jauh, legislator Partai Demokrat ini menyarankan agar Pemkot membenahi manajemen lalulintas terlebih dulu. “Jadi, tidak perlu buru-buru. Benahi dulu manajemen lalulintasnya,” imbuhnya.

Sementara, anggota Komisi IV Umar Hasyim mengatakan, pemberlakukan larangan tersebut lebih difokuskan kepada siswa yang memang belum memenuhi syarat memperoleh Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Kalau mereka yang masih SMP dan SMA itu memang masih labil dan memang belum cukup umur untuk memperoleh SIM. Kalau SMA kelas 3 dan sudah memiliki SIM kemudian dilarang, padahal sudah berhak maka hal itu berarti mengurangi hak yang bersangkutan. Jadi lebih kepada aturan perolehan SIM itu sendiri,” ujar Umar.

Politisi PAN ini menambahkan, seiring dengan kebijakan itu harus ada penambahan transportasi umum yang menjangkau sekolah-sekolah. “Perlu ada transportasi ke sekolah-sekolah, misalnya BST sekolah. Namun perlu dibicarakan dengan Organda, sehingga bus-bus yang sudah ada tidak mati,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge