0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rusak Parah, SD Tumenggung 28 Solo Mengkhawatirkan

Atap ruang kelas SD Tumenggung 28 Solo yang sangat membahayakan, karena sewaktu-waktu kayu usuknya bisa jatuh karena sudah pada rapuh dan rusak (dok.timlo.net/sri ningsih)

Solo — Sejumlah ruang kelas di SD Tumenggung 28 Solo mengalami rusak parah. Hal ini terlihat pada sejumlah atap atau kayu usuk yang sudah lapuk dimakan rayap. Kerusakan itu dikhawatirkan akan membahayakan bagi siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kayu usuk yang rusak terlihat pada atap ruang kelas I dan II, bahkan kerusakan tersebut hampir memakan korban. Salah satunya Hari Sutopo, guru kelas II. Dua minggu lalu, Hari Sutopo mengaku hampir terkena kayu usuk yang jatuh di kelas II.

”Saya sedang duduk di bangku belakang. Tiba-tiba kayu usuk jatuh tepat disamping saya. Dan untung saja tidak mengenai saya,” kata Hari Sutopo saat ditemui wartawan, Rabu (2/1).

Mengingat kejadian tersebut, dirinya mengkhawatirkan jika saat belajar mengajar berlangsung, secara mendadak kayu bisa jatuh dan mengenai siswa. Pasalnya di kelas I dan II atapnya tidak tertutup oleh plavon.

Hal serupa juga terlihat di kelas III, di mana kayu usuk yang lapuk itu juga sempat terjatuh, dan untungnya lagi tak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Ditambahkan, renovasi atap kedua kelas tersebut sudah dilakukan pada dua tahun silam dari dana alokasi khusus (DAK). Menurut dugaannya, dalam proses renovasi tersebut, ada beberapa kayu lama yang dipergunakan kembali. ”Jika dilihat kayu itu masih baguss tapi dalamnya sudah lapuk,”singkatnya.

Kepala SD Tumenggung 28 Solo, Zubaidah SPd mengaku, dua kelas itu memang paling cepat dimakan rayap, bahkan baru beberapa minggu pasca renovasi sudah terlihat banyak rayap. Padahal selama ini pihaknya sudah melakukan perawatan termasuk penyemprotan terhadap serangga termasuk rayap.

”Sampai saat ini kita belum mengetahui alasannya dan terkait penggunaan kayu lama yang dipakai lagi saya tidak mau menduga-duga karena belum pasti alasannya apa,” katanya.

Selain itu, upaya memberikan laporan kepada Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo juga sudah ia lakukan. Akan tetapi pihak Disdikpora belum bisa mengambil langkah, pasalnya belum mengetahui kondisi kenyataannya dengan pembuktian foto dan kayu usuk yang telah jatuh. Dia berharap agar segera dilakukan perbaikan,agar tidak membahayakan sejumlah 60 siswa dari kelas II dan III.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge