0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bidan Sukoharjo Dilarang Promosi Susu Formula

Puluhan ibu menyusui massal di RSUD Sukoharjo dalam rangka pencanangan Gerakan Memasyarakatkan ASI Eksklusif (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo —  Tenaga medis di Kabupaten Sukoharjo dilarang menawarkan produk susu formula kepada kaum ibu yang baru melangsungkan persalinan untuk dikonsumsi sang bayi. Larangan menawarkan produk susu formula tersebut berlaku untuk dokter maupun bidan di Kabupaten Sukoharjo.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, Etty Wardoyo Wijaya mengatakan, larangan tersebut diterapkan agar ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif kepada bayinya di masa-masa usia menyusui. Dokter maupun Bidan tidak diperkenankan untuk memprioritaskan menawarkan susu formula dikonsumsi bayi setelah proses persalinan.

“Saya minta seluruh bidan di Sukoharjo tidak menawarkan susu formula untuk dikonsumsi bayi saat pertama kali setelah melahirkan. Bagaimanapun tenaga medis harus mendorong ibu memberikan ASI Eksklusif untuk bayi,” ujar Etty Wardoyo Wijaya, baru-baru ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dr Guntur Subiyantoro mengungkapkan, larangan tersebut harus ditaati oleh seluruh tenaga medis yang ada di Sukoharjo. Menurutnya, tenaga medis harus memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait manfaat dan keunggulan ASI eksklusif.

“Kecuali jika ASI dari ibu benar-benar tidak dapat diberikan kepada bayi, baru diperbolehkan untuk diberi susu formula. Yang jelas susu formula hanya alternatif. Kami juga menghimbau agar di tempat praktek tenaga medis di Sukoharjo tidak disediakan susu formula,” ujar dr Guntur Subiyantoro.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge