0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun Baru, Sinyal Persis Bersatu

Manager Persis LPI Joni Sofyan Erwandi (kiri) (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Demi terwujudnya penyatuan Persis Solo untuk terjun di salah satu kompetisi musim depan, pihak Persis Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) rela untuk tidak membentuk tim alias tak ikut di kompetisi musim depan.

Ya, jajaran manajemen Persis Solo versi LPIS memilih jalan legowo agar penyatuan Persis Solo dapat terwujud, meski pihak pengelola kompetisi LPIS akan menggulirkannya pada bulan Februari atau Maret mendatang. Dengan demikian, tanda-tanda penyatuan Persis Solo mulai menemui titik terang di tahun baru 2013 ini.

Manajer Persis LPIS musim lalu, Joni Sofyan Erwandi mengaku, pihaknya tidak akan membentuk tim yang dipersiapkan untuk musim kompetisi 2013, dengan alasan demi terwujudnya “Satu Persis Solo”. Dirinya mengaku tak ada jalan lain untuk tidak mengikuti kompetisi musim mendatang, sesuai anjuran eks-Ketua Umum Persis, FX Hadi Rudyatmo yang berharap klub kebanggaan Wong Solo ini tidak lagi mengalami dualisme.

Selain itu, Persis versi PT Liga Indonesia (LI) oleh operator Liga sudah dinyatakan ikut berlaga di kompetisi Divisi Utama musim mendatang. Dengan demikian, Persis Solo versi LI dipastikan telah dinyatakan lebih siap dan pihak Persis LPIS disinyalir siap mengekor Persis LI. Walikota Solo Hadi Rudyatmo (Rudy) belum lama ini menegaskan bahwa tidak akan ada lagi dua tim Persis yang berlaga di kompetisi DU mendatang.

“Kami pasrah dan legowo jika memang di Solo hanya ada satu tim Persis. Jadi kami musim depan memilih untuk tidak membentuk Persis. Pernyataan Pak Rudy memang punya tujuan baik untuk membuat Persis tetap menjadi satu. Lagipula belajar pada musim lalu ketika ada dua Persis maka tidak akan fokus mencetak prestasi,” papar Joni, Selasa (1/1).

Saat ditanya, apabila penyelenggara kompetisi di bawah PSSI yakni PT LPIS untuk tetap memasukkan nama Persis untuk ikut kompetisi, Joni secara tegas tidak akan memenuhi permintaan tersebut, alias menolak ajakan berkompetisi di LPIS.

“Ketika membentuk tim baru harus disetujui Pengcab PSSI Surakarta dimana anggotanya merupakan klub-klub internal Persis. Padahal mereka (klub internal) lebih memilih tim yang sudah terdaftar di kompetisi LI, jadi sulit untuk merealisasikannya,” beber pria pengusaha di bidang jasa transportasi ini.

Bahkan menurutnya, pihak manajemen Persis LPIS siap 100 persen untuk ikut berpartisipasi di dalam tubuh Persis yang nanti ikut kompetisi alias Persis LI.  “Kami pun siap apabila diajak terlibat dalam pengelolaan tim Persis ini nantinya. Termasuk mencarikan sponsor dan pendanaan demi kemajuan Persis Solo,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge