0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ingin Pulang

252 Jiwa Pengungsi Merapi Mulai Mudik

Klaten –Sebanyak 252 jiwa pengungsi korban Gunung Merapi di penampungan Depo Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV, Diponegoro, Klaten, Sabtu (11/12), pulang ke rumah masing-masing di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari sejumlah itu ada 79 Kepala Kerluarga (KK), masing-masing RT 005 sejumlah 15 KK, RT 007 sejumlah 24 KK, RT 008 sejumlah 20 KK, RT 009 sejumlah 13 KK, dan RT 016 sejumlah 7 KK. Mereka diangkut dengan menggunakan 10 truk bantuan dari pemerintah setempat.  

“Mereka ingin pulang atas keinginannya sendiri. Hanya sedikit warga Balerante yang masih bertahan di penampungan, yaitu warga yang kondisi rumahnya rusak parah, masing-masing RT 001, RT 002, RT 003, RT 004, RT 006,” kata Kepala Dusun Balerante Jainun.

Meski demikian, katanya, sebagian warga Balerante yang masih tinggal di penampungan juga akan dipulangkan, tapi dalam waktu yang belum ditentukan, mengingat kondisi rumah mereka yang rusak parah. “Mereka tetap akan pulang jika hunian sementara di Balerante sudah jadi,” katanya.

Pantauan dilapangan, sebelum meninggalkan penampungan, sejak pagi hari para pengungsi sudah mengemasi barang-barangnya. Mereka juga menata dan membersihkan sudut-sudut ruangan penampungan. Terlihat sebagian pengungsi terutama perempuan, sempat meneteskan air mata ketika hendak meninggalkan penampungan.

Usai jamuan makan, sejumlah truk yang sudah disiapkan satu persatu mengangkut mereka kembali ke rumah masing-masing. Ada sebagian diangkut dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan beberapa relawan yang selama ini melayani pengungsi, turut mengantar hingga ke desa mereka.

Sementara itu, sepanjang pagi hingga siang hari, Gunung Merapi tampak tertutup mendung cukup tebal. Meski kondisi Merapi sudah relatif aman, namun warga Balerante tetap harus waspada datangnya hujan abu yang diakibatkan aliran lahar dingin dari Kali Gendol. “Memang beberapa hari terakhir ini masih terjadi hujan abu. Namun bukan berasal dari Gunung Merapi melainkan aliran lahar dingin dari Kali Gendol yang bercampur air sehingga menimbulkan gumpalan abu yang berterbangan,” imbuh Jainun.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge