0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pementasan Teater Ruang

Kisah Gadis Idolakan Mutamakkin

Solo – Tampak seorang perempuan duduk termangu didepan laptopnya. Penuh keseriusan dalam raut wajahnya. Ia membaca sebuah naskah dengan sungguh-sungguh dan tidak ingin diganggu oleh siapa pun.

Namun cukup membelalakan mata kita, naskah Mutamakkin lah yang dibaca oleh gadis tersebut. Ia adalah sosok remaja yang lain dari yang lainnya. Justru Mutamakkin yang pernah dianggap seorang berbahaya di kalangan para ulama ini yang menjadi idola gadis selama ini.

Gadis tampak terobsesi dengan Mutamakkin bahkan ia dengan penuh semangat bercerita perihal kegemarannya pada Mutamakkin kepada sang anjing bernama Qomaruddin yang tidak lain adalah anjing Mutamakkin yang amat setia.

Kisah diatas  digarap apik dalam sebuah pertunjukan Teater yang digelar oleh Teater Ruang di Sanggar Teater Ruang Tanggul Dawung Wetan RT 03/XV Kal. Danukusuman. Tiga tokoh Sang Gadis, Qomarrudin dan Mutamakkin tampil dengan apik dihadapan para penonton yang telah memenuhi area sanggar tersebut.

Menurut Teguh Danang Purnomo, sang sutradara. Naskah Mutamakkin tersebut menggambarkan sebuah realitas yang tidak biasa kita pikirkan. “Dalam kisah Mutamakkin diceritakan bahwa sang ulama tersebut mempunyai anjing, yang dalam naskah ini saya representasikan sebagai sebuah simbol hawa nafsu,” papar Teguh kepada Timlo.net, Kamis (9/12).

“Namun kadangkala kita bisa belajar menjadi baik lewat sebuah kejelekan, dalam desiran hawa nafsu kita juga bisa belajar menjadi baik. Itu yang saya ungkapkan,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Slamet Gundono yang turut hadir dalam pementasan teater tersebut, dalam diskusi terbuka pementasan teater menyampaikan bahwa untuk mementaskan kisah Mutamakkin kita harus melihat latar belakang politis yang ada di belakangnya.

“Cerita ini banyak versi jadi kita harus benar-benar tahu dan mengolah apa yang kita ketahui lewat berbagai sumber yang ada,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge